2.394 Peserta Meriahkan SawitFest 2021

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Guna  menambah  literasi  sawit  yang  lebih  baik kepada  generasi  muda,  sebanyak 2.394 orang mengikuti lomba  baik kategori  desain  poster,  fotographi,  penulisan  esai  dan  video  kreatif,  turut  serta  dalam kegiatan  sawitFest 2021  dengan  jumlah  total  3.196  karya.

Kelapa sawit  adalah  komoditas yang  besar dan  sangat  potensial  di  Indonesia,  namun  edukasi  soal  sawit kepada  masyarakat  khususnya generasi  muda  masih  sangat  diperlukan, terlebih  isu yang  kerap memojokann  kelapa  sawit  masih  saja  kerap  muncul.

Seiring  dengan  perkembangan  jaman  dan  kemajuan  teknologi, penyampaian  informasi yang  berguna serta baik  dan  benar sangat  diperlukan  oleh  masyarakat  dalam  mengembangkan  wawasan  khususnya soal  sawit.

InfoSAWIT  selaku  media  segmentasi  di sektor perkebunan  kelapa sawit mengadakan  SAWIT  FEST  2021,  yang  didukung  oleh  Badan  Pengelola  Dana Perkebunan  Kelapa Sawit  (BPDP-KS), Bumitama Gunajaya  Agro  Group, Gabungan  Pengusaha  Kelapa Sawit  Indonesia (GAPKI),  Asian  Agri Group,  PT  Austindo  Nusantara Jaya Tbk., dan  PT  Cisadane  Sawit  Raya Tbk.

Ketua Pelaksana SAWIT  FEST  2021,  Iis Islahudin Mengatakan, kegiatan ini ternyata  memperoleh sambutan  yang  luar biasa dari  para  generasi  muda hingga  umum.

“Lomba ini dilakukan untuk  memberikan literasi tentang  kelapa sawit,  namun  dengan  cara para peserta mencari  informasi  tentang  sawit  dengan  caranya  sendiri,”  katanya  saat  memberikan laporan  hasil  lomba yang  telah  dilakukan, saat  acara  Sawit  Fest  Award  2021, dengan  tema  “Ketangguhan  Sawit Menumbuhkan Indonesia”,  Kamis (23/9/2021).

Menarik  dalam  acara ini,  banyak  kalangan  peserta yang  mulai  paham  dengan  kelapa sawit,  dan  mulai mengenal  sektor  kelapa  sawit  dengan  baik. Dalam, kesempatan ini juga penilaian  lomba dilakukan  dengan  secara  ketat  dan  melibatkan  para praktisi professional dibidangnya,  untuk penjurian  poster  dilakukan  oleh  Dina  Permana  dari  Asian  Agri.

Lantas fotographi  melibatkan  PJ. Leo  Redaktur  Foto  Jakarta  Post,  penilaian  tulisan  esai dilakukan  oleh Tofan Mahdi selaku Ketua Bidang  Komunikasi  GAPKI dan  Video  Kreatif  dinilai oleh Kepala Divisi  Perusahaan BPDP-KS,  Achma  Maulizal Sutawijaya.

Penjurian  dilakukan  dengan  sangat  hati-hati  melalui  kriteria penilaian,  misalnya  untuk  fotographi  dinilai dengan  kriteria  kesesuaian  tema,  kreativitas,  komposisi gambar (mutu,  teknik,  angle),  penyampaian makna,  jumlah  likes dan  komen dalam  postingan  karya. Lantas  untuk  desain  poster  mesti  memenuhi kriteria  Ide  atau gagasan,  Kesesuaian  tema,  kreativitas, kejelasan  maksud  dan  tujuan  dari  poster  tersebut  (Komunikatif, informatif,  edukatif, dan  persuasif), kerapian  dan  komposisi  poster,  jumlah  likes  dan  komen  dalam  postingan  karya.

Diungakapkan  Pemimpin  Redaksi  InfoSAWIT, Ignatius  Ery  Kurniawn, kelapa sawit  disadaru  menjadi komoditas  yang  kedepannya akna  menjadi salah  satu  komoditas  penopang  ekonomi bangsa, sebab  itu selama  perjalana  InfoSAWIT  selama  15  tahun  lamanya  menjadi  media segmentasi  sawit  nasional  tetap mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan  industy  kelapa sawit  kedepanya.

Hanya saja  kata  Ery,  tatangan  kedepan  ada di  generasi  muda, lantaran  generasi  ini akan  menjadi penentu  pengembangan  sawit  kedepannya,  dan  selayaknya bisa  memberikan  estafet  kepada generasi muda untuk terus betumbuhnya industry  kelapa  sawit.

“Kami juga  memberikan apersasi kepada seluruh  pihak  yang  sampai saat ini  banyak  pihak  mendukung kelapa sawit  dan  mewujdukan pendidikan  secara kretaif  bagi generasi  muda,”  tandas dia.

Sementara, diungkapkan,  Deputi II  Kepala  Staf Kepresidenan,  Abetnegotarigan,    masa  ini  adalah  masa yang  krusial  untuk  semua ,  kendati  masih  dalam  masa  pandemi tidak  menghentikan  kreativitas  para generasi  muda dalam  berkreasi untuk  menghasilkan  karya.

Kata  Abetnego,  generasi  milenial dan  gen Z sampai sampai saat  ini telah  menapai 50%  dari  populasi  di Indonesia, dengan  kondisi  ini akan berdampak  pada pengembagan  bangsa  kedepan. Lebih  lanjut  tutur Abetnego  saat  menjadi pemapar dalam  Anugerah  Sawit  Fest  2021,  banyak  kreativitas  dan  upaya  dari para peserta untuk  menghasilkan karya terbaik,  tetapi  juga dia mengingatkan jangan  sampai hanya melihat  sisi baiknya saja  tetapi juga harus tetap  kritis  untuk melakukan  pembenahan, reorganisasi dari para ganerasi  muda untuk  bisa mengembangka  industry  kelapa sawit.

“Kelapa  sawit  maampu  menyerap  sekirar  16  juta  pekerja, dimana  sebanyak  4,2  juta  pekerja lagsung  dan sekitar  12  juta pekerja tidak  langsung,”  tutur  Abetnego.

Senada dikatakan  Direktur  Kemitraan  BPDP-KS,  Edi Wibowo,  merujuk  data Badan  Pusat  Statistik  (BPS) tahun  2021,  Indonesia  mampu  meraih  pendapatan  devisa negara tahun  2020  dari  sektor  minyak  sawit dan  turunannya, sebesar US$  21,04  Miliar  atau 13,58%  terhadap  neraca non  migas. Besarnya pendapatan devisa  negara  dari  sektor sawit  ini, merupakan  keberhasilan  bagi seluruh  pemangku kepentingan  sawit  nasional.

Pentingnya  keberadaan  minyak  sawit  bagi perekonomian  nasional, telah  berdampak  positif  terhadap bertumbuhnya  ekonomi  kerakyatan.  Dari  berbagai pelosok  desa, kota/kabupaten, provinsi hingga pusat, geliat ekonomi  sawit  telah  banyak  memberikan  manfaat  luar biasa  terhadap   ekonomi,  sosial dan lingkungan  bagi tujuan  pembangunan  nasional berkelanjutan (SDGs). Industri sawit nasional dari  hulu  hingga hilir memiliki peranan  penting  bagi pembangunan  nasional.

Berdasarkan  data Kementerian  Perdagangan  RI,  tercatat  empat  aspek indikator,  yaitu;  Pertama, menciptakan lapangan  kerja sebanyak  4,2  juta  orang  pekerja  langsung  dan  12  juta  orang  pekerja  tidak langsung. Kedua, mampu  mendorong  pertumbuhan  ekonomi sebesar  3,5%  dari  total  Pendapatan Domestik  Bruto  (PDB).  Ketiga, Berkontribusi terhadap  perolehan  devisa  negara, rata-rata   sebesar  13,5% dari  ekspor non  migas  setiap  tahunnya. Dan  keempat,  mendorong  kemandirian  energi  melalui bahan bakar nabati atau  biodiesel  yang  menghemat  devisa  impor  solar  senilai  US$  8  Milyar per  tahun.   Melalui keberadaan  minyak  sawit  berkelanjutan  yang  mampu  membuka lapangan  kerja,  meningkatkan kesejahteraan  manusia, dan  menjaga harmonisasi  sosial dan  kelestarian  lingkungan  selaras dengan tujuan  pembangunan  nasional dalam  menjaga  harmonisasi  People, Profit  dan  Planet  (3P).  Sesuai  pula dengan  prinsip  dan  kriteria  Indonesia Sustainable  Palm  Oil  (ISPO)  yang  secara  mandatori telah dilaksanakan para pemangku kepentingan  minyak  sawit. Pembangunan  kelapa sawit  berkelanjutan berlandaskan ISPO, juga digadang-gadang  akan  menjadi senjata pamungkas  dalam  menangkal berbagai tudingan  negatif terhadap  minyak  sawit.   “Melalui SAWIT  FEST ini  diharapkan menjadi momentum  bagi tumbuhnya generasi muda  yang  akan menjadi perisai  minyak  sawit  berkelanjutan Indonesia. Melalui  kepedulian  millenial  ini, maka  minyak sawit  akan  mendapat  kekuatan penuh  guna menjawab  berbagai tudingan  negatif selama ini,”  kata  Edi.

Lain  halnya dikatakan  Ketua Umum  Gabungan  Pengusaha Kelapa Sawit  Indonsia (GAPKI),  Joko Supriyono,  sepuluh  tahun  silam  perspektif  terhadap  kelapa sawit  masih  sangat  buruk,  ada yang  masih kelapa sawit  baing  deforestasi , tidak  sehat  dan  kampanye  negatif  lainnya. Padahal kata  Joko,  bicara sawit  itu  tidak  main-main  lantaran, produki  kelapa sawit di Indonesia  telah sangat  besar, baik  itu  sebagai konsumsen dan  eksportir terbesar  di dunia.  “Kita sudah  sebagai produsen sawit  terbesar,  oleh  karea  itu kita  mengajak para  generasi  muda  tidak  hanya  terbesar  maka  kita  juga harus kuat. Kita  juga  harus  menang  bersang  di pasar kenpa  perlu  emang  bersang  karena sainagannya banyak,”  kata Joko.

Lebih  lanjut  tutur Joko,  kedepan  tren  kelapa sawit  harus baik  dan  sustainable  dan  terus  moving  forward. Lantas  perlu  dipahami bahwa  sawit itu  adalah  pertanian, jadi  semua  yang  ditanam  itu  mesti  sustainable “Sawit  itu  menghasilkan penghijauan  dan  menghasilkan  oksigen,  produksinya  renewable  bisa diperbaharui,”  katanya. Lantas,  dimata  Direktur  PT  Cisadane  Sawit  Raya Tbk,  Seman  Suhenda, diharapakan  tidak  seperti  di Malaysia  yang  perkebunan  kelapa sawitnya  dianggap  3D,  yakni  Dirty  (kotor),  Dangerous  (bahaya)  dan Degrading  (merendahkan).  “Sebab  itu industri  kelapa  sawit  di  Malaysia seperti  terhenti pengembangannya, dan  sulit dalam  memperoleh tenaga kerja,”  jelas Seman. Apalagi Indonesia  memiliki  keunggulan  komparatif    dalam  mengembangkan sektor sawit  ini, seperti berada di  jalur khatulistiwa, memiliki iklim  yang  cocok  dengan  sawit,  alhasil  pohon  menghasilkan produktivitas  tinggi.  “Sebab  itu kenapa  kita  harus  menolak sawit,  semestinya itu menjadi berkah bagi Indonesia yang  patut  disyukuri,”  tandas Seman. Lebih  lanjut  tutur Seman, salah  satu  dampak  kelapa sawit  yang  buruk  adalah  banyaknya  informasi  yang salah  mengenai  kelapa sawit. Sebab  itu banyak  tugas  yang  harus dikerjakan  terkait  pembelajaran  yang gamblang  mengena sawit  sesuai  fakta kepada  generasi muda.  “Kita  perlu  melawan  kampanye  negative dengan  cara-cara  yang  intelektual dengan  memberikan  infomasi sesuai fakta,”  tandas Seman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini