Enam Produk Hortikultura Sumut Masuk Pasar Internasional

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menuturkan terdapat enam produk hortikultura asal Sumatera Utara yaitu  buah jeruk nipis, salak, alpukat, sirsak, kecombrang dan pisang kepok yang saat ini diminati pasar global serta menunjukkan peningkatan ekspor di pasar Internasional.

“Keberhasilan ini dapat tercapai karena jalinan kerjasama antara pemerintah  baik  pusat hingga kabupaten dengan petani berjalan dengan baik. Hasil berlimpah, kemudahan layanan dan pasar ekspor yang tersedia,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat lakukan kunjungan kerja ke tempat pemeriksaan karantina lain di gudang pemilik, UD Khairatama di Labuhan Batu Utara, Sumut, Minggu (6/10).

Menurut Jamil, hal ini berkat pembangunan pertanian di  6 kabupaten di wilayah Sumatera Utara (Sumut) masing-masing  Kabupaten Batu Bara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu Utara, Labuan Batu Induk dan  Labuan Batu Selatan telah membuahkan hasil, pasalnya produk hortikulturanya telah menjadi langganan pemasok  di manca negara.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan (TBA),Bukhari mengungkapkan terdapat peningkatan jumlah eksportir di Sumur sebesar 11,2 % (2019 : 248, 2018 : 223). Jumlah  tujuan  negara meningkat  8% (2019: 54, 2018: 50). Juga frekwensi yang ditandai dengan peningkatan sertifkasi karantina untuk ekspor sebanyak 13,8% (2019: 3226, 2018 : 2.833)

Pada kesempatan yang sama  juga diekspor 6 komoditas pertanian Sumut lainnya dengan total 17,9 ribu ton dengan nilai   Rp. 35,5 milyar. Masing-masing terdiri dari Sapu Lidi sejumlah 206 ton tujuan negara Pakistan, Ijuk sejumlah 3 ton tujuan negara Malaysia, Kelapa Parut sejumlah 222,2 ton tujuan negara Cina. Selain itu  juga ada Kelapa Serabut sejumlah 36 ton tujuan negara Russia, Palm Kernel Expeller tujuan Yunani dan Pinang Biji sejumlah 260 ton tujuan  Iran.

Wakil Bupati Kabupaten Labuhan Batu Utara, Dwi Parantara yang juga hadir dan turut melepas ekspor mengapresiasi upaya pembangunan pertanian yang dilakukan diwilayah kerjanya oleh jajaran Kementan.

Secara khusus, apresiasi juga disampaikan untuk Karantina Pertanian TBA yang telah menjaga kelestarian sumber daya alam hayati sekaligus mendorong upaya pertumbuhan kinerja ekspor diwilayahnya.

“Tidak saja sehat, aman dan berlimpah tapi juga miliki daya saing sehingga sehingga produk pertanian asal Sumut dapat laris di pasar global, tambah Dwi Parantara.” ujar Dwi Parantara.

Hal ini penting, sebab menurut Jamis status kesehatan hewan dan tumbuhan di suatu wilayah sangat menentukan keberterimaan produk di pasar ekspor.

“Kedepan, selain kerjasama pusat dan daerah dalam pembangunan pertanian berorientasi ekspor, partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian SDA juga penting. Mari optimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk menyongsong cita-cita bersama kita, Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkas Dwi Parantara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini