GAR Berkomitmen Menerapkan Kebijakan Sosial dan Lingkungan

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hal tersebut termuat dalam laporan Keberlanjutan terbaru berjudul “Staying the Course” milik Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) membahas tentang komitmen perusahaan dalam menerapkan Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG).

Laporan ini dipublikasikan dalam masa pandemi COVID-19 ini juga menghadirkan cuplikan upaya perusahaan untuk mendukung kinerja karyawan dan masyarakat dalam masa pandemi.

“Tetap pada Tujuan (Staying the Course) adalah deskripisi yang tepat karena saat ini kami tetap melakukan berbagai upaya praktik berkelanjutan dalam bisnis kami dan menjangkau rantai pasok yang lebih luas. Telah lima tahun sejak kami meluncurkan KSLG, upaya besar perusahaan seperti kemamputelusuran hingga ke kebun atau Traceability to the Plantation (TTP) dan transformasi rantai pasok, serta upaya lanjutan kami untuk memutus deforestasi dalam produksi telah menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan,” ungkap Agus Purnomo, Managing Director, Sustainability, Sinar Mas Agribusiness and Food, 4/8/2020.

Menurut Agus, pihaknya terus mengejar target kemamputelusuran hingga ke kebun atau traceability to plantation (TTP) rantai pasok mencapai 100 persen pada tahun ini.

Hingga akhir 2019, perseroan mampu menyelesaikan 78 persen TTP untuk seluruh rantai pasok perseroan, termasuk pabrik milik sendiri dan pemasok pihak ketiga.

Hingga saat ini, perseroan berhasil melakukan kemamputelusuran terhadap 424 pabrik pemasok pihak ketiga dan 46 pabrik milik perseroan.

“Kami yakin tetap berada dalam tujuan untuk mencapai 100 persen pada tahun ini, meskipun muncul pandemi Covid-19 yang menunda beberapa pekerjaan ke lapangan, tetapi kami akan terus bekerja keras,” ujar Agus.

Adapun, di tengah banyak tantangan akibat pandemi Covid-19 itu perseroan terus mencari cara, salah satunya menggunakan teknologi agar terus dapat berkomunikasi untuk mendapatkan data-data.

Namun, Agus menjelaskan bahwa untuk membuat polygon di kebun masing-masing masih harus melakukan kunjungan langsung ke lapangan dan pekerjaan itu terpaksa tertunda sampai pandemi Covid-19 mereda.

Dia mengaku hingga saat ini perseroan telah mencapai 85 persen TTP dan memperkirakan dalam satu hingga dua bulan ke depan mencapai 90 persen.

“Sisa 10 persen akan kami kejar tahun ini, tapi mungkin kalau pandemi tidak mereda mungkin akan sulit mencapai 100 persen tahun ini. Kalau tidak tercapai akan kami kejar tahun depan, tapi itu ekspektasi paling pesimistisnya,” pungkas Agus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini