Indonesia Ingin Jadi Raja Green Fuel, GIMNI Sarankan Badan Khusus Sawit

0
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga pada acara buka bersama di Kantor Asosiasi Produsen Bioefuel Indonesia (APROBI), Kuningan, Jakarta, Kamis (21/3).

 

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendorong presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk membentuk Badan Sawit Nasional guna mewujudkan Indonesia sebagai raja green fuel.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan perolehan 96.214.691 suara atau 58,6 persen.

Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga mengatakan, Indonesia sebagai negara tropis mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan green fuel, yang tidak dimiliki oleh negara-negara subtropis.

“Kita daerah tropical yang mempunyai tanam-tanaman berbuah, beda dengan subtropis jarang pohon-pohonnya berbuah. Makanya di negara-negara subtropis mengembangkan biofuel itu selalu dari serat-serat pohon,” kata dia.

Dari sawit sendiri dengan luasan yang ada saat ini, kata Sahat, potensinya sangat besar untuk pengembangan green fuel, asalkan dikelola dengan baik (properly manage).

“Saya kira besar dengan cacatan begini kalau luas sawit ini kita properly manage dengan luas tidak ada deforestation ya hanya membatasi dengan 16,38 juta hektare, sekarang 50 juta hektare kita bisa mencapai 100 juta ton,” kata Sahat.

Caranya, lanjut dia, produktivitas kebun milik petani dikembangkan melalui replanting dengan benih berkualitas, sehingga mampu menghasilkan 25 ton Tandan Buah Segar (TBS) per tahun.

“Nah, itu kerja keras. Makanya diperlkukan untuk mencapai tadi perlu ada badan sawit nasional, lepas dari Deptan, Perindustrian. Dia berdiri sendiri untuk mengelola ini,” kata Sahat.

Lebih lanjut, Sahat mengatakan, jika Indonesia serius ingin menjadi raja green fuel maka tanaman pongamia dan nyamplung agar segera ditanam, khususnya di dearah yang bukan sentra sawit.

“Kalau memang serius mau menjadi raja green fuel, maka pongam, nyampung segera ditanama, sekaligus juga saudara-saudara kita yang gerseng tanahnya untuk penghijauan. Jadi, ambisi yang ditargetkan 36 persen tahun 2060 itu bisa dicapai,” imbuh dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini