Kementan-TNI Kolaborasi Percepat Swasembada, Mentan Optimistis Hentikan Impor Jagung

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman tanam jagung bersama Pangdam TNI, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya dan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki pada lahan milik TNI seluas 5 hektare di Desa Deunong, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/2).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yakin impor jagung dapat segera dihentikan. Sebab, dalam hitungan bulan produksi dalam negeri akan meningkat.

Hal itu dia sampaikan saat panen sekaligus tanam jagung bersama Pangdam TNI, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya dan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki pada lahan milik TNI seluas 5 hektare di Desa Deunong, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/2).

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan TNI guna mengakselerasi peningkatan produksi pangan nasional, salah satunya dengan mengoptimalkan lahan tidur milik TNI.

“Panen dan tanam jagung di Aceh ini merupakan gerakan pangan Indonesia, tidak hanya untuk konsumsi tapi juga gerakan sosial untuk disumbangkan, manakala jagung kita ke depanya surplus. Saat ini sudah ada hilal, tanda-tanda untuk setop impor,” katanya.

Indonesia dari 2017 hingga 2019 tidak hanya berhasil meraih swasembada jagung, tetapi juga berhasil melakukan ekspor. Adapun sekarang, keran impor dibuka karena adanya tekanan El Nino.

“Tapi impor ini optimis dapat diberhentikan ke depan karena beberapa bulan ke depan sudah ada 15 provinsi yang akan melakukan panen serempak, sehingga produksi jagung dalam negeri melimpah,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan produksi pangan khususnya padi dan jagung, Kementan telah memberikan bantuan gratis kepada berupa bibit, pupuk dan alat mesin pertanian serta pembangunan irigasi tersier untuk.

Pengadaan bantuan ini dengan melakukan refocushing anggaran Kementan sebesar Rp 7,7 triliun.

“Bapak Presiden Jokowi pun sudah menambah alokasi anggaran pupuk bersubsidi Rp 14 triliun. Ini tolong disampaikan kepada masyarakat. Dan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, kami Kementan telah menandatangani MoU dengan Panglima TNI. Jadi, kami support penuh Pangdam Iskandar Muda, silakan cari lahan seluas-luasnya. Kami berikan bantuan benih dan pupuk gratis. Dan untuk Pak Gubernur, aku bawa solusi bukan bawa diskusi dan perdebatan,” imbuh Amran.

Kementan menargetkan penanaman jagung di Provinsi Aceh seoptimal mungkin sesuai ketersediaan lahan. Pemerintah Provinsi Aceh mengajukan 60 ribu hektare penanaman jagung, tetapi Kementan siap memberikan bantuan sebesar 100 ribu hektare.

“Daerah itu harus disupport, dipermudah pemberian bantuan benih dan pupuk gratisnya. Kalau penanaman jagung itu berhasil, harus dijaga harganya agar menguntungkan petani. Bulog harus serap saat musim panen. Pemerintah peduli sarana produksi, tapi lebih peduli juga harganya. Di Aceh ini luar biasa, yang jadi pelopor akselerasi peningkatan produksi pangan itu Pak Pangdam dan Gubernur. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara,” tutur Amran.

Oleh karena itu, Mentan Amran menargetkan untuk mengembalikan Indonesia bisa ekspor jagung yakni paling lambat dalam waktu 3 tahun ke depan dan bahkan bisa dipercepat. Hal ini tentu didukung jika gerakan akselerasi peningkatan produksi jagung ini berhasil.

“Jadi, kalau gerakanya masif seperti dilakukan Pak Pangdam Iskandar Muda ini, ekspor jagung bisa kita percepat. Impor jagung kan kecil hanya 250 ribu sampai 500 ribu ton dan ini bisa diselesaikan dari Aceh saja. Target tanam 100 ribu hektare berhasil kita realisasikan, kecil kita selesaikan masalah impor. Ini impor kan kecil, ceritanya saja yang besar,” tandas Amran.

Sementara itu, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI, Novi Helmy Prasetya menyampaikan, TNI menyambut kerja sama dengan Kementan. Kodam Iskandar Muda juga telah menindaklanjuti melalui Program I’m Jagong.

“Program ketahanan pangan I’m Jagong adalah langkah konkret TNI dalam mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan,” katanya.

Pada kegiatan ini, Mentan Amran melakukan penandatangan MoU alselerasi peningkatan produksi pangan dengan Pangdam Iskandar Muda. Dia juga menyerahkan bantuan untuk Provinsi Aceh sebesar Rp 170,98 miliar dan Kabupaten Aceh Besar Rp 17,75 miliar.

Bantuan terdiri dari benih padi 21 ribu hektare, benih padi biofortifikasi 500 hektare, benih jagung 11.500 hektare, sarana produksi jagung 2.000 hektar, pengendalian Organisme Penggangu Tanaman dan Dampak Perubahan Iklim 2.500 hektare.

Bantuan yang diberikan juga berupa bantuan di bidang peternakan berupa bibit sapi dan lainya, benih durian 4.000 batang, sarana pengolahan dan pascapanen hortikultura, perluasan dan peremajaan kopi dan kelapa genjah, pembangunan irigasi tersier, jalan usaha tani, jalan produksi, rehabikitasi damparit dan irigasi dan upaya khusus pengembangan padi dan Jagung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini