Melihat Lebih Jauh Peluang dan Tantangan Industri Kelapa Sawit pada Tahun Tikus Logam-2020

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penghujung tahun 2019 sudah di depan mata, dan melihat kembali tahun 2019, telah banyak hal baik yang berhasil dicapai, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu kami lanjutkan.

Pengurangan emisi karbon dunia merupakan tanggung jawab dari semua orang, dan hal ini perlu untuk didukung oleh penduduk dunia. Tantangan terkait hal ini diprediksi akan lebih besar di 2020 dengan adanya El-Nino yang diperkirakan akan menguat dan meningkatkan risiko terkait kebakaran hutan dan lahan. Hasil dari pertemuan COP25 di Spanyol kemarin juga memperkuat komitmen terkait pengurangan emisi karbon, dimana kenaikan temperatur global harus dijaga agar tidak melebihi 2 derajat.

Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai salah satu pelaku dari industri kelapa sawit nasional memberikan perhatian serius pada isu tersebut. Sejak tahun 1997, Sinar Mas Agribusiness and Food telah menerapkan kebijakan Zero Burning Policyyang melarang segala bentuk pembakaran hutan dalam membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Kebijakan ini telah mendorong perusahaan bersama masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi KARHUTLA melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diluncurkan pada 2016.

Program yang memiliki fokus pada tiga bidang yaitu; penanganan KARHUTLA melalui tim Masyarakat Siaga Api (MSA), konservasi hutan dan ketahanan pengan masyarakat telah digulirkan di beberapa propinsi di Indonesia seperti Provinsi Jambi, Riau, Kalbar, Kalteng dan Bangka-Belitung. Sampai dengan akhir 2019, sebanyak 42 desa telah berpartisipasi bersama perusahaan untuk menekan KARHUTLA.

“Tahun 2020 menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan. Adanya kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang, serta pengalaman dari tahun 2019 – mendorong kami untuk bersiap siaga dari sekarang. Keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam mencegah kejadian KARHUTLA kembali terulang melalui aktivasi Masyarakat Siaga Api (MSA). Edukasi dan pendampingan kepada masyarakat akan terus kami lakukan di tahun depan, terutama kepadaanak-anak, tenaga pendidik dan kaum perempuan sebagai pihak yang paling terdampak jika KARHUTLA terjadi. ”, jelas Wulan Suling, Head of Corporate Communications, Sinar Mas Agribusiness and Food.

Hal penting lain yang menjadi perhatian Perusahaan adalah menjaga kawasan hutan sebagai stok karbon global. Namundisaat yang bersama dengan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat di sekitar area konservasi.

Bekerja sama dengan Universitas Wageningen, Belanda, Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkanForest Village Conservation based on Livelihood Programme’ di Kalimantan Tengah. Program ini berfokus pada upaya perlindungan hutan desa bersama masyarakat untuk menjaga stok karbon tetap terjaga dengan baikmelaluipendekatanagroforestry. Sebanyak 4 desa di Kalimantan Tengah (Kalang dan Panimba Raya, Hujung Pata dan Luwu kLengkuas) telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Masyarakat diberikan pendampingan untuk melindungai hutan desa sebagai aset yang sangat penting. Namun, masyarakat juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan meraka melalui budidaya pertanian yang dapat dilakukan selaras dengan perlindungan hutan seperti budidaya tanaman kopi.

“Kami percaya bahwa melakukan kegiatan konservasi bukan berarti mengabaikan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan. Kami mengupayakan agar masyarakat melihat hutan sebagai aset penting yang perlu dilundungi sehingga bermanfaat bagi kehidupan mereka secara ekonomi maupaun memberikan manfaat bagi alam seperti terjaganya jumlah stok karbon”, Suling menambahkan.

Berbagai upaya dan langkah yang dilakukan perusahaan di atas merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong terwujudnya bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui langkah ini, perusahaan mampu memproduksi produk-produk berkualitas yang ramah lingkungan.

Tahun2020 juga menjadi sebuah momentum penting bagi perusahaan untuk dapat terus menyediakan produk kelapa sawit berkualitas tinggi bagi keluarga Indonesia, salah satunya melalui produk minyak goreng dan margarin FILMA. Padatahun 2020, Perusahaan akan meluncurkan kampanye nasional ‘Act of Love’atau “Aksi Cinta”yang mengajak para pengguna setia FILMA untuk membagikan cinta dari makanan yang sehat dan berkualitas kepada dirinya sendiri maupun keluarga.

Tidak kalah pentingnya, dengan memilih FILMA yang berasal dari perkebunan kelapa sawit yang bertanggungjawab, Sinar Mas Agribusiness and Food, para konsumen juga menunjukan aksi cintanya terhadap kelestarian lingkungan Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini