Membangun Masa Depan Sawit Bersama Buruh

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) serius membangun masa depan industri perkelapasawiitan Indonesia agar semakin berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan GAPKI adalah melibatkan para buruh, terutama yang bekerja di industri sawit atau yang terkait sawit, di dalam industri sawit yang berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Untuk itu butuh ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa melompat dan mendahului bangsa lain.

Menurut Ketua GAPKI Bidang Ketenagakerjaan Sumarjono Marondos Saragih, saat berbicara dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) GAPKI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa (1/10/2019).

“Muscab GAPKI Kalsel kali ini mengambil tema,”Promosi dan implementasi kerja layak sawit Indonesia. Langkah dan inisiatif baru GAPKI,” yang fokus kepada pembangunan SDM, sejalan dengan agenda nasional,” kata Sumardjono.

Sumarjono menambahkan, GAPKI dengan cepat mengimplentasikannya dengan aksi nyata.

“Kami turut menata buruh sawit sebagai modal kunci. Kami melihat, cara terbaik untuk mengantisipasi masa depan adalah dengan menciptakannya. Demikian pesan orang bijak,” ujar.

Kata Sumarjono, di tengah kepungan ragam tuduhan terhadap tanaman dan industri sawit, ditambah adanya problem harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan tandan buah segar (TBS), serta sejumlah problem lainnya, maka sumber daya manusia SDM) menjadi sumber jawaban.

Pengusaha sukses asal Provinsi Sumatera Utara yang kini berdomisli di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini menuturkan, sumber daya manusia (SDM) di dalam industri sawit harus inovatif, adaptif, produktif dan harus bisa menikmati kesejahteraan dari industri sawit itu sendiri.

Karena itu ia menegaskan, praktek kerja layak harus menjadi tujuan. Apalagi hal ini sejalan dengan tujuan nasional yang juga disepakti sebagai aksi global dalam paltform SDGs Agenda 8 “Decent Work and Economic Growth”.

“Hanya dengan cara itulah, yakni membangun SDM di perburuhan, maka celah untuk mendiskreditkan tanaman dan industri sawit menjadi sangat kecil. Dan kita pun bangga, bahwa sawit adalah solusi kehidupan, terutama pangan dan energi. Bahkan sawit terbukti mampu menjawab semua agenda SDGs yang terdiri dari 17 tujuan,” pungkas Sumarjono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini