PEPI Latih Peserta Kemeterian Pertanian Timor Leste Alat Mesin Pertanian

0
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi berfoto bersama usai membuka Short Course on Agricultural Machinery and Manufacturing Technology di PEPI Serpong, Senin (8/1).

 

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Short Course on Agricultural Machinery and Manufacturing Technology kepada peserta dari Kementerian Pertanian Timor Leste pada 6 –20 Januari 2024.

PEPI merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang enjiniring pertanian.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan ini sangat penting, mengingat alat mesin pertanian (alsintan) merupakan faktor penting dalam mengungkit produktivitas, memperbaiki kualitas, dan menekan ongkos produksi.

Dedi menekankan bahwa pengelolahan lahan pertanian dengan cara lama alias tradisional sudah tidak memungkinkan lagi, sebab tidak efisien dan cenderung lebih lama.

“Bayangkan satu hektare diolah sampai tanam menggunakan manual bisa berminggu-minggu. Tapi kalau kita menggunakan traktor, dalam satu hari bisa mengolah tanah sampai 8 hektare,” kata Dedi.

Di saat yang sama, lanjut Dedi, penggunaan alsintan juga dapat mengurangi ongkos produksi 40—60 persen dan menekan tingkat kehilangan hasil panen hingga 5 persen.

“Kalau kita menggunakan traktor, kalau menggunakan combine harvester, kalau menggunakan dryer, Rice Milling Unit (RMU) maka ongkos produksi di setiap lini itu dapat ditekan 40—60 persen,” katanya.

“Kalau kita panen dengan sabit, kemudian jeraminya kita gebot (banting) tingkat kehilangan hasilnya bisa sampai 20 persen. Tapi kalau kita menggunakan combine harvester tingkat kehilangan hasil bisa ditekan sampai 5 persen,” sambungnya.

Oleh karena itulah, Dedi mendorong pemanfaatan alsintan di seluruh subsektor pertanian, tanaman perkebunan, tanaman hortikultura, dan peternakan, agar proses produksi bisa lebih cepat, efisien, dan menekan tingkat kehilangan hasil.

“Jadi, alsintan itu fungsinya three in one, menggenjot produktivitas, meningkatan efisiensi memperbaiki kualitas, dan menekan ongkos produksi,” ujar Dedi.

Di tempat yang sama, National Director of Agricultural Education and Training the Ministry of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Forestry (MALFF) Timor Leste Mr. Eng. Ipolito Da Costa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui PEPI.

“Kita terima kasih kepada PEPI karena sudah membuka peluang dan jalan untuk kerja sama dalam meningkatkan SDM melalui mekanisasi modern untuk menggenjot produktivitas di bidang pertanian,” ujarnya.

Direktur PEPI, Muharfiza menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami pentingnya penerapan K3, pemanfaatan alat mesin pertanian, perawatan, perbaikan serta memodifikasi dalam pengelolaan bengkel pertanian.

Selanjutnya, untuk menambah wawasan peserta dalam mengetahui fungsi penerapan K3, SOP penggunaan alat mesin pertanian, penggunaan peralatan manufaktur dalam pengelolaan bengkel pertanian.

“Terakhir, untuk menambah wawasan peserta dalam bidang enjiniring dan teknologi pertanian dan meningkatkan kapasitas/kemampuan peserta dalam melakukan manajemen pengelolaan bengkel pertanian,” imbuhnya.

Terakhir, dia berharap, pelaksanaan ini dapat memberikan berkontribusi secara optimal dalam mendukung peningkatan SDM dalam dan luar negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini