Politeknik Citra Widya Edukasi, Siapkan SDM Sawit yang Tangguh dan Kompeten

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek CWE) terus berkiprah dalam menyiapkan sumber daya manusi (SDM) untuk industri perkebunan kelapa sawit yang tangguh dan kompeten.

Pertumbuhan industri perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya, di era industri 4.0 yang ditandai dengan penerapan internet di segala bidang (internet of things – IoT) dan kecerdasan buatan (artificial intelligenceAI) di segala bidang kehidupan manusia.

Demikian disampaikan Direktur Poltek CWE, Ir. St. Nugroho Kristono, MT dalam acara “Wisuda Angkatan ke-13 Program Diploma III Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Tahun Akademik 2020/2021” di Cibitung Bekasi, 23/10/2021.

Sehingga dunia pendidikan harus segera beradaptasi dengan era industri 4.0. Dalam mendukung pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan dan smart, Poltek CWE terus melengkapi fasilitas pendidikan dengan perangkat drone, peralatan laboratorium kultur jaringan yang cukup canggih, perangkat keras dan lunak laboratorium e-logistic.

Selain itu, lanjut Nugroho, peralatan studio CWE  guna mendukung inovasi pembelajaran para dosen, kegiatan   daring mahasiswa, promosi Poltek CWE. Saya mencermati juga semakin banyaknya minat mahasiswa terhadap topik-topik kontrol proses berbasis otomasi industri  yang dapat diaplikasikan di pengolahan kelapa sawit.

“Saya harap semakin banyak mahasiswa dan dosen tertarik pada riset berbasis teknologi informasi dan komputer (TIK=digitalisasi) yang dapat diterapkan di industri perkebunan,” kata Nugroho.

Menurut Nugroho, selama ini Poltek CWE terus berinovasi dalam menyiapkan SDM yang tangguh dan berkompeten. Selain telah menuntaskan pendidikannya, sebagian besar wisudawan telah mengikuti dan lulus uji kompetensi.

“Terutama bagi mahasiswa program studi Budi Daya dan Teknologi Pengolahan, sertifikasi kompetensi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perkebunan dan Holtikultura Indonesia ( LSP PHI),” jelasnya.

Adapun bagi mahasiswa program studi Manajemen Logistik, uji kompetensi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik & Manajemen Industri (LSP TMI). LSP PHI dan LSP TMI telah mendapatkan lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menyelenggarakan uji kompetensi.

Nugroho menjelaskan, dalam kesempatan kali ini Poltek CWE mewisuda 211 lulusan yang terdiri dari 105 lulusan Program Studi D3-Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, 51  lulusan Program Studi D3 Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit, dan 55 lulusan Program Studi Manajemen Logistik.

“Lulusan berpredikat cum laude atau pujian berjumlah 27 lulusan (27%) yang terdiri dari 11 lulusan  Prodi D3-Budidaya, 2 lulusan  Prodi D3-Teknologi Pengolahan, dan 14 lulusan  Prodi D3-Manajemen Logistik,” kata Nugroho bangga.

Sampai dengan wisuda angkatan ke 13 hari ini, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi telah meluluskan dari program Diploma 3 sebanyak 1.403 lulusan, yang terdiri dari 627 lulusan(44,7 %) D3 Budidaya, 333 lulusan (23,7%) D3 Teknologi Pengolahan, dan 443 (31,6%) lulusan D3 Manajemen Logistik.

Nugroho pun berpesan agar wisudawan  terus dihayati nilai khas almamatermu, yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (hard skill) yang Saudara peroleh, akan lebih bermanfaat mendukung karir bila juga dilandasi nilai-nilai (soft skill), disertai keimanan dan ketakwaan yang kuat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, yang diwakili oleh Ibu Endang Setyo Budi Rahayu, S.Sos., M.Si.- Kepala Subkoordinator Sarana dan Prasarana. Tjiungwanara Njoman, Ketua Badan Pembina Yayasan Citra Widya Edukasi beserta anggota. Tjokro Putro Wibowo, SE, Ketua Badan Pengawas Yayasan Citra Widya Edukasi.

Selain itu hadir, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Djanadi Bimo Prakoso, M.P.A., M.Sc. – Ketua Badan Pengurus Yayasan Citra Widya Edukasi beserta anggota, Bupati Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, Bp. H. Umar Ahmad, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, yang diwakili oleh Bp. Fajar Wahyudi – Plh. Kepala Divisi Program Pelayanan, Direktur Perlindungan Perkebunan-Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian, Bp. Ardi Praptono, S.P., M.Agr, Direktur LSP Perkebunan dan Hortikultura Indonesia, Bp. Ir. Darmansyah Basyaruddin, M.Sc. dan Direktur Utama LSP Teknik dan Manajemen Industri, diwakili oleh Bp. Ir. Abdul Madjid Effendi, IPM.

Dalam sambutannya, Nugroho secara khusus, mengucapkan terima kasih kepada H. Umar Ahmad – Bupati Tulang Bawang Barat yang telah mengirim 40 putra-putri  Tubaba; kedua, kepada  Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) KS Eddy Abdurrahman yang telah ,mendukung pendidikan 87 putra-putri petani kelapa sawit dari 22 provinsi.

Nugroho menambahkan, perkembangan perkelapasawitan Indonesia terus berlanjut, semua patut berbangga. Di awal bulan Oktober lalu, telah berhasil uji terbang pesawat CN 235 dari Bandung ke Jakarta menggunakan bahan bakar bioavtur J2.4, yang berbahan baku 2,4 persen minyak inti sawit dengan menggunakan inovasi katalis Merah Putih yang diciptakan Tim ITB yang diketuai Profesor Subagio.

“Selanjutnya, uji coba produksi skala industri di Refinery Unit 4 Cilacap milik PT. Pertamina,” jelasnya.

Menurut Nugroho, hal ini terjadi karena Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tetap konsisten mendukung kelapa sawit. Pemerintah gencar mengembangkan bauran energi terbarukan, bioenergi dari kelapa sawit (Bio Diesel B30 dan Green Fuel), program peremajaan sawit rakyat (PSR), perbaikan dan pengembangan sarana dan prasarana perkebunan, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia perkebunan, antara lain dengan program beasiswa bagi putra/i petani sawit melalui BPDP KS.  Bahkan, pada Rabu, 6 Oktober 2021, Pak Jokowi  mewacanakan rencananya untuk terus mengerem ekspor CPO, dan mengolah sendiri CPO menjadi barang turunan sawit guna semakin meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dan tercapainya kemandirian pangan dan energi pada tahun 2045, saat bangsa Indonesia memperingati 100 tahun Indonesia Merdeka.

“Dengan demikian, tentunya akan semakin berkembang pertumbuhan industri turunan kelapa sawit; dan tentunya semakin membutuhkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan siap berkiprah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini