Sebanyak 1.440 Bibit Tebu Impor asal Australia Mendarat di Merauke

0
Pengambilan sampel di laboratorium Laboratorium Karantina Tumbuhan Papua Selatan dalam rangka pengujian benih tebu. (Foto: Ist)

Sebanyak 1.440 bibit tebu impor asal Australia yang dikemas dalam 36 tube mendarat di Indonesia melalui Bandar Udara Mopah, Merauke, Kamis, (25/4).

“Ini merupakan importasi bibit tebu pertama asal Benua hijau dan pengiriman selanjutkan akan masuk lagi ke Indonesia pada Mei hingga Juni,” kata Kepala Karantina Papua Selatan, Cahyono , dikutip pada keterangan resminya, Jumat (26/4).

Sebelum masuk dalam ruang Pengasingan dan Pengamatan (Singmat), kata dia, pihak Karantina melakukan serangkaian tindakan berupa pemeriksaan administratif dan fisik serta uji laboratorium mengatakan.

“Ini guna memastikan tidak adanya gejala penyakit Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” kata Cahyono.

Cahyono menjelaskan persyaratan bibit impor yaitu, dilengkapi Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal, melalui pintu pemasukan yang ditetapkan, dilaporkan dan diserahkan kepada petugas Karantina di tempat pintu pemasukan dan adanya Surat Izin Pemasukan dari Menteri Pertanian.

“Secara administratif semua ada, dilengkapi PC dari negara Australia dan SIP Mentan. Selanjutnya petugas Karantina membawa bibit ke Laboratorium Karantina Tumbuhan (KT) untuk pengambilan sampel yang selanjutnya dilakukan pengujian,” ujar Cahyono.

Food Estate tebu di Merauke, Papua Selatan merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Perpres No. 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

Perpres ini menargetkan adanya peningkatan produktivitas tebu sebesar 93 ton per hektare melalui melalui praktik agrikultur berupa pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman.

“Karantina siap mengawal pemasukan bibit asal Australia melalui pengujian laboratorium,” imbuh Cahyono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini