Stok Biji Kakao Dunia Turun

0
biji buah kakao cokelat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Persediaan biji kakao global mencapai 1,48 juta ton pada periode 2017/2018. Jumlah tersebut turun sebanyak 91.000 ton dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 1,57 juta ton.

Demikian laporan hasil peninjauan kelompok kerja pakar Organisasi Kakao Internasional (International Cocoa Organization/ICCO) mengenai tingkat stok biji kakao global, pada akhir Januari lalu.

Penurunan stok tersebut berbeda dari perkiraan statistik yang diterbitkan oleh ICCO pada November 2018. Dalam statistik itu disebutkan, stok kakao surplus tipis sebanyak 22.000 ton untuk musim 2017/2018. Sejauh ini, Sekretariat ICCO mempertahankan estimasi tersebut.

Tim tersebut juga melaporkan sebanyak 76% persediaan biji kakao tersebut berada di negara-negara importir. Sementara itu, sekitar 19% disimpan di negara-negara produsen, dan 5% kapal kargo pada 30 September tahun lalu.

Sebelumnya, sejumlah analis yang disurvei oleh Reuters, memperkirakan, harga kakao global akan naik tipis pada tahun ini. Sebanyak tujuh analis tersebut memperkirakan, harga kakao di bursa ICE New York pada akhir tahun berada pada level US$2,450 per ton. Adapun harga kakao di bursa ICE London, bertengger pada level 1.850 pound sterling.

Mereka beralasan, faktor kunci yang mesti diperhatikan dalam pasar kakao ini, yaitu volatilitas mata uang, ketika Inggris bersiap meninggalkan Uni Eropa. Dalam perdagangan kakao, pound sterling digunakan untuk bertransaksi sehingga kenaikan dan penurunannya mempengaruhi harga.

Selain itu, para analis juga mengingatkan tentang prospek gangguan panen karena cuaca di negara produsen seperti Kamerun juga bakal mempengaruhi harga. Di samping Kamerun, trader juga akan terus mencermati cuaca di Pantai Gading dan tanda-tanda gejolak politik menjelang pemilihan presiden 2020.

Selain itu, para petani kakao di Pantai Gading khawatir panen pada pertengahan April hingga September mendatang terganggu, menyusul belum turunnya hujan di wilayah-wilayah penghasil komoditas tersebut.

Curah hujan yang sedikit selama musim kemarau, yang berlangsung dari November tahun lalu hingga akhir Februari tahun ini, sangat krusial bagi tanaman kakao. Sebab, hujan tersebut dibutuhkan tanaman untuk menahan panas di negara produsen terbesar bahan baku cokelat tersebut.

Meskipun pohon-pohon kakao sarat dengan buah kakao, para petani mengeluhkan, beberapa daun dan buah mengering akibat panas. Selain itu, kekeringan yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat menghambat perkembangan tanaman tersebut.

“Panasnya tak tertahankan. Ada dedaunan dan buah yang mulai mengering dan jatuh,” kata Amadou Diallo, petani di pinggiran wilayah selatan Divo, Pantai Gading seperti dilansir Reuters.

Dia mengatakan, para petani berharap hujan segera tiba agar tanaman-tanamannya dapat tumbuh normal kembali. “Pohon-pohon mulai kekeringan,” katanya.

Di wilayah barat tengah Daloa, yang menghasilkan setengah produksi kakao nasional, para petani mengatakan, mereka mencemaskan kebakaran semak-semak muncul pada tahun ini.
“Buah kakao memang berkembang dengan baik, tetapi kami berharap hujan lebat akan tiba untuk mengurangi risiko kebakaran semak-semak,” ujar Albert N ‘Zue petani di wilayah itu.

Sementara itu, di wilayah barat Soubre, yang meliputi wilayah Sassandra dan San Pedro, sejumlah petani mengatakan, mereka tetap optimistis hujan bakal turun karena langit mulai mendung pada akhir pekan lalu.

Kami pikir akan segera ada hujan, sehingga kami bisa melihat panen,” kata Fousseni Konate, yang bertani di wilayah Soubre.

Petani di daerah lain juga mengharapkan hujan lebih banyak. Suhu rata-rata di Pantai Gading berkisar antara 28,2 dan 30,9 derajat Celsius.

Di lain sisi, ancaman gangguan panen tersebut membuat harga kakao global terdongkrak. Berdasarkan data Bloomberg, harga kakao di bursa Intercontinental Exchange (ICE) kontrak Mei 2019 ditutup menguat sebesar 3,04% atau 69,00 poin di level US$2,339 per ton.

Kondisi Kakao di Indonesia
Secara terpisah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mertasa optimis industri pengolahan kakao di dalam negeri akan mampu menghasilkan produk kompetitif di pasar domestik hingga ekspor. Apalagi, Indonesia sebagai negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana.

“Sebanyak 81 persen produk yang dihasilkan industri olahan kakao di dalam negeri, telah diekspor ke berbagai negara berupa produk cocoa liquor, cocoa cake, cocoa butter, dan cocoa powder,” ungkapnya pada medio Februari ini.

Sepanjang tahun 2018, ekspor produk cocoa butter dan cocoa powder, masing-masing mengalami peningkatan sebesar 14,13 persen dan 12,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Neraca perdagangan produk kakao olahan masih surplus pada 2018, dengan total nilai ekspor menembus angka 1,12 miliar dolar AS.

Pengembangan hilirisasi industri pengolahan kakao diarahkan untuk menghasilkan bubuk cokelat, lemak cokelat, makanan dan minuman dari cokelat, suplemen dan pangan fungsional berbasis kakao, serta kebutuhan untuk kosmetik dan farmasi.

Produk cocoa butter Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda dari negara produsen Afrika, yaitu tingkat free fatty acid (FFA) yang rendah dan melting point yang tinggi. Hal ini membuat cocoa butter Indonesia lebih berdaya saing dibanding negara lain, khususnya sebagai kebutuhan di sektor industri kosmetik dan farmasi.

Indonesia menempati posisi sebagai eksportir cocoa butter terbesar kedua dunia dengan pangsa ke pasar global. Pangsa pasar Indonesia sebesar 13,43 persen, setelah negara Belanda yang mempunyai pangsa hingga 26,42 persen.

Saat ini, Kemenperin memacu pangsa produk cocoa powder Indonesia ke pasar global, agar lebih kompetitif dibanding Belanda, Malaysia dan Jerman. Apalagi ketiga negara tersebut, bukan produsen kakao. Hal ini yang menjadi peluang bagi Indonesia.

Di samping itu, Kemenperin telah mengusulkan tarif bea keluar untuk biji kakao menjadi flat 15 persen guna memberikan jaminan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan kakao nasional. Saat ini pajak ekspor yang diterapkan terhadap komoditas tersebut bersifat progresif berkisar 0-15 persen bergantung harga biji kakao dunia.

“Kami juga berharap, dengan tarif flat dapat menjaga keseimbangan antara pajak yang dikenakan atas transaksi lokal maupun ekspor. Usulan ini akan kami bahas dengan Kementerian Keuangan,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya telah memfasilitasi pembentukan unit-unit pengolahan industri kakao yang dapat menumbuhkan wirausaha baru skala kecil dan menengah. Selain itu, pelaksanaan program bantuan mesin dan peralatan pengolahan kakao.

Industri pengolahan kakao mempunyai peranan penting dalam peningkatan perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, yang menyebutkan bahwa industri pengolahan kakao termasuk salah satu sektor prioritas yang harus dikembangkan.

Pemerintah saat ini memang terus mendorong pengembangan hilirisasi di sektor industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri. Salah satu sektor prioritas yang sedang dipacu adalah industri pengolahan kakao.

Pada peresmian Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) di Batang, Jawa Tengah, belum lama ini, Menperin Airlangga menjelaskan guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang perkakaoan.

Menurut dia, pendirian PPKIPKT menjadi wujud nyata dari implementasi amanat Presiden Joko Widodo yang menginginkan perguruan tinggi dapat mendukung dan terlibat langsung dalam aktivitas industrialisasi.

PPKIPKT merupakan pabrik pengolahan kakao pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan kebun kakao dan sekaligus menjadi pusat pengembangan SDM di bidang kakao. Fasilitas ini mulai dibangun sejak tahun 2017 melalui kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten Batang dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ini menjadi sarana dan prasarana yang kita harapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat baik melalui penciptaan wirausaha baru maupun menyediakan SDM yang siap bekerja di bidang industri pengolahan kakao,” kata Airlangga. ***SH, AP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini