
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyambut positif keputusan Amerika Serikat (AS) yang menurunkan tarif ekspor produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Ia menilai, kebijakan ini membuka peluang besar, khususnya bagi sektor pertanian dan produk unggulan seperti crude palm oil (CPO).
Hal itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri peluncuran program penyebaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
“Kita bersyukur karena tarif dari 32 persen menjadi 19 persen. Kalau tidak salah, Malaysia (dikenakan) tarif 25 persen. Artinya apa? Ada celah di sana yang bisa dimanfaatkan, khususnya untuk sektor pertanian, terutama CPO. Pesaing utama kita hanya Malaysia,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas dan meningkatkan ekspor pertanian ke Negeri Paman Sam. Ia menyebutkan, CPO Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Malaysia tarifnya 25 persen, Indonesia 19 persen. Jadi kalau CPO kita masuk (ke pasar Amerika), siapa yang menang? Ya, Indonesia. Tulis itu,” kata Mentan Amran, tersenyum.
Mengenai kondisi produksi CPO yang stagnan di angka 50 juta ton dalam lima tahun terakhir, ia menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah peralihan sebagian besar CPO ke kebutuhan biofuel.
Namun, ia memastikan pemerintah telah melakukan replanting untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit. “Kita akan tanam kembali. Program replanting sudah berjalan, dan produksi pasti akan naik,” tegas Mentan Amran.
Saat ditanya berapa target luas replanting hingga 2029 untuk mendongkrak produksi CPO, pria berdarah Bugis itu menyatakan bahwa hal itu akan dibahas lebih lanjut.
“Nanti kita diskusikan lagi. Sekarang fokus dulu menyelesaikan persoalan beras. Tapi untuk CPO, saya yakin Indonesia tetap akan unggul dibanding negara lain,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah menyelesaikan kesepakatan penting terkait tarif perdagangan dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
Dalam kesepakatan tersebut, Trump menyetujui bahwa barang dari Indonesia yang masuk ke Amerika dikenakan tarif 19 persen. Sebaliknya, barang dari Amerika yang masuk ke Indonesia bebas tarif alias 0 persen.
Trump, seperti dikutip dari akun media sosial resmi White House pada Rabu (16/7), menyebut kesepakatan ini sebagai yang pertama kali terjadi dalam sejarah hubungan dagang antara kedua negara.
“Pagi ini saya menyelesaikan kesepakatan penting dengan Republik Indonesia setelah berbicara dengan Presiden mereka yang sangat dihormati, Prabowo Subianto. Kesepakatan penting ini membuka seluruh pasar Indonesia ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Trump
“Untuk pertama kalinya, para peternak, petani, dan nelayan di Amerika Serikat akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia, yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang,” lanjutnya.
Trump juga mengungkapkan, dalam kesepakatan tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli berbagai produk dari AS, termasuk energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian senilai USD 4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing, di antaranya tipe Boeing 777.





























