Pemerintah Setop Impor Jagung

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Panen Raya Jagung yang di gelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (14/3).

Pemerintah sepakat menyetop impor jagung untuk menjaga harga di tingkat petani tidak anjlok.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Panen Raya Jagung yang di gelar di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (14/3).

Mentan Amran mengatakan, setelah pihaknya melakukan akselarasi tanam tiga atau empat bulan lalu, produksi jagung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hasilnya, sesuai Pak Deputi BPS (Badan Pusat Statistik) bahwa ada peningkatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya 1 juta ton kurang lebih. Ini adalah kabar gembira, tetapi ada masalah baru yang muncul, harga jatuh di tingkat petani,” kata dia.

Karena itu, kata Mentan Amran, pemerintah sepakat untuk menyetop atau mengunci impor jagung. “Kami tidak akan mengeluarkan lagi rekomendasi,” kata Mentan Amran.

Langkah kedua, sambung Mentan Amran, pihaknya akan bersinergi dengan Perum Bulog dibantu oleh Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menyerap langsung hasil panen petani dengan harga Rp 4.200 per kg.

“Bulog direct ke petani. Kemudian asosiasi jagung juga direct ke petani, sehingga harga ke depan naik kembali. Mimpi kita adalah petani untung, pedagang tersenyum, GPMT bahagia, dan perternaknya juga senang,” ucap Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan, tugas utama pemerintah adalah menjaga keseimbangan agar semua pihak untung, merasakan keuntungan dari panen. “Itulah yang kami sepakati hari ini,” imbuh dia.

Sebagai informasi, melansir data BPS, luas panen jagung pada Maret seluas 405 ribu hektare dengan produksi 2,29 juta ton pipil kering dan April seluas 318 ribu hektare dengan produksi 1,76 juta ton.

Luas panen jagung terbesar tersebar di 10 kabupaten, yaitu Tuban 42.811 hektare, Bone 39.131 hektare, Lampung Timur 35.905 hektare, Lampung Selatan 33.940 hektare, Bima 29.178 hektare, Dompu 28.895 hektaer, Sampang 28.152 hektare, Pamekasan 22.086 hektare, Lampung Tengah 19.122 hektare, dan Sumbawa 18.363 hektare.

Adapun potensi luas panen jagung April 2024 terbesar tersebar di 10 kabupaten, yaitu Sumbawa 39.632 hektare, Bima 29.957 hektare, Gunung Kidul 26.899 hektare, Dompu 17.060 hektare, Lampung Tengah 15.202 hektare, Wonogiri 15.200 hektare, Boalemo 12.280 hektare, Lampung Timur 12.030 hektare, Jeneponto 11.997 hektare, dan Malang 9.719 hektare.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini