Diperlukan sinergi antara pemerintah, baik sebagai lembaga pendanaan riset maupun sebagai regulator produk hasil riset, industri dan lembaga penelitian/perguruan tinggi untuk mendorong hilirisasi sehingga produk hasil riset dapat segera dikomersialisasikan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Direktorat Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Arfie Thahar dalam seminar perdana dengan topik “Prospek Industri Hilir Sawit Ke Depan” yang diselenggarakan Asosiasi Inventor Indonesia (AII), Selasa, 20 Agustus 2024
Menurut Arfie, diperlukan lembaga yang berfungsi untuk mengkolaborasikan dan mensinergikan hilirisasi dan mempercepat komersialisasi.
“Perlu lembaga yang berfungsi untuk mengkolaborasikan dan mensinergikan hilirisasi dan mempercepat komersialisasi,” kata Arfie.
Arfie menjelaskan, BPDPKS bekerja sama dengan Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM, Perindustrian, Perdagangan), Perusahaan Swasta dan Perguruan Tinggi dalam implementasi program insentif biodiesel, riset, dan promosi.
Dijelaskan Arfie bahwa program pendanaan Litbang Sawit BPDPKS berfungsi sebagai fasilitator bagi riset untuk dapat menyeberangi TRL 3,4,5 atau 6 menjadi TRL 7, 8 atau 9 agar hasil riset semakin cepat dapat dikomersialisasikan dan segera dimanfaatkan oleh para stakeholder.
Berdasarkan data BPDPKS dari periode 2015 – Juli 2024, program riset BPDPKS telah menjangkau 21 provinsi yang melibatkan 1.212 peneliti dan 88 lembaga.
Ketua Umum AII, Prof. (Risk) Didiek Hadjar Goenadi, mengatakan bahwa seminar ini diselenggarakan oleh AII sebagai bagian dari kegiatan promosi teknologi yang sudah dievaluasi dan divaluasi dari kegiatan pertama, kemudian disajikan dalam acara seminar.
“Topik seminar ini disesuaikan dengan teknologi yang dipromosikan yaitu di bidang hulu (orientasi produktivitas) dan bidang hilir (orientasi pengembangan produk baru),”jelas Prof. Didiek.
Seminar AII Teknologi Hasil Riset GTS 2021-2023 ini rencananya akan diselenggarakan sebanyak 2 (dua) kali . Seminar Pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2024 di Hotel Aston Simatupang, Jakarta. Peserta yang datang diperkirakan berjumlah 50 (lima puluh orang).
Dalam seminar ini bahasan utamanya adalah menampilkan 16 invensi tersebut di atas secara lebih detil. Dengan menghadirkan undangan dari perwakilan industri diharapkan acara tersebut dapat mempercepat dan memperluas komersialisasi hasil riset yang didanai oleh BPDPKS.
Harjanto Hanawi, Ketua Komite Perkebunan APINDO, yang menyampaikan banyak manfaat Biodiesel Indonesia diantaranya Ketahanan dan kemandirian energi melalui Program Mandatori Biodiesel sejak tahun 2014.
Menurutnya, program Mandatori Biodiesel didasari neraca perdagangan yang negatif dan ketergantungan impor BBM; Kebijakan B35 ditargetkan menyerap 13,41 juta kiloliter biodiesel mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35 juta ton CO2.
“Selain itu manfaat Biodiesel adalah menaikkan penghasilan pajak pemerintah melalui PPH Badan dan PPN dan Produk biofuel lain, SAF dan Renewable Gasoline,” kata Harry yang juga menjabat sebagai Direktur di PT Smart Tbk.
Menurut Harry, program pengembangan biofuel saat ini juga mengarah kepada Sustainable Aviation Fuel dan renewable gasonline.
Kementerian ESDM berencana untuk memperluas penelitiannya dalam bensin terbarukan berbasis kelapa sawit di pabrik percontohan di Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 238,5 kiloliter per hari (87.053 liter/tahun).
Proyek ini mengubah minyak sawit menjadi bensin terbarukan melalui proses “cracking” menggunakan katalis berbasis zeolit yang diproduksi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sementara itu, Sahat M. Sinaga, Plt Ketua Umum Dewan Minyak sawit Indonesia (DMSI) menuturkan secara keseluruhan inovasi minyak sawit ke arah High Value Added karena itulah Generasi Z ,kini lebih kreatif memanfaat- kan minyak sawit dalam berbagai appli-kasi dan kebutuhan; kosmetik,farmasi, dan juga makanan/ jajan-an hari-harian di kampung/pedesaan.
“Usul kami libatkan UMKM sebagai jalur distribusi untuk pemanfaatan minyak sawit bernutrisi tinggi , CBS dan speciality fat,” urainya.





























