BPDP Dukung AKPY dan Sawit Center Indonesia Tingkatkan Kemampuan Perempuan Mandiri Pangan dan energi

0

Peningkatan sumberdaya manusia Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) Sawit terus dilakukan salah satunya melalui workshop (red-pelatihan atau lokakarya).

Sebab, mengingat penting dan menjadi kunci dalam memajukan kelembagaan serta menyejahterakan anggota dan masyarakat.

Kali ini, workshop UKMK Sawit dengan tema ‘Pemberdayaan Perempuan dalam Mendukung Kemandirian Pangan dan Energi Melalui Penguatan Kelembagaan UKMK Sawit’ kembali diadakan oleh AKPY (Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta) kolaborasi dengan Sawit Center Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pada Selasa – Rabu, 15 – 16 April 2025, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Acara diikuti 40 peserta yang didominasi perempuan dari lima kota/kabupaten di Sumatera Selatan yaitu Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP.MP, menyampaikan pihaknya dengan bangga dapat mengadakan kembali workshop sebagai upaya meningkatkan SDM (perempuan) dalam mendukung kemandirian pangan dan energi untuk masyarakat di daerah sentra sawit. Sebelumnya telah sukses diadakan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Perempuan memiliki peran yang besar dalam mendukung kemandirian pangan dan energi. Ada empat tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan workshop ini, di antaranya menyediakan sumber daya manusia (SDM) perempuan di daerah agar berperan aktif dan inisiatif profesional dan berjiwa wirausaha (bisnis oriented), mengembangkan Desa Mandiri Pangan dan Energi: menerapkan konsep ketahanan pangan dan energi di tingkat desa dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan, meningkatkan minat dan kapasitas UMKM Sawit: memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku UMKM sawit mengenai teknik produksi, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran yang efektif; dan mengoptimalkan peran UMKM, Koperasi, kelompok tani (poktan), Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) di daerahnya masing-masing, khususnya mendukung Program Ketahanan Pangan dan Energi,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan.
“Ada beberapa materi yang disampaikan pada kegiatan workshop ini.

Harapannya, dapat dipraktikkan atau diterapkan di rumahnya, ditularkan atau disampaikan ke warganya, baik yang tergabung di kelompok tani wanita (KWT), kelompok tani, gabungan kelompok tani. Dan, kelembagaan (koperasi) menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis sawit,” imbuh Dr.Sri Gunawan.

Materi yang disampaikan antara lain pemberdayaan kelembagaan melalui UKMK Menuju Desa Mandiri Pangan dan Energi, dan praktik-praktik kewirausahaan. Selain itu, disampaikan juga beberapa informasi program dari BPDP seperti beasiswa sawit, sarana dan prasarana, dan kemitraan yang dapat mendukung kemandirian pangan dan energi.

Sementara itu, Helmi Muhansah selaku Kepala Divisi UKM dan Koperasi dari BPDP menambahkan kegiatan workshop ini merupakan langkah yang sangat strategis. Dengan materi-materi yang disampaikan peserta dapat mempraktikkan sehingga dapat mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis UKMK sawit di daerah masing-masing.

“Seperti diketahui, kelapa sawit berperan sangat besar dalam kehidupan masyarakat dan Negara. Jika masyarakat dapat memanfaatkan sawit dengan berbagai olahan pangan dan energi, maka akan menambah penghasilan masyarakat dan akan berpengaruh pada keberlangsungan kemajuan Negara,” katanya, pada Selasa (15 April 2025), di Palembang.

Peran sawit, lanjut Helmi, sangat besar pada devisa Negara. Bahkan bahkan 27 kali lipat dari APBD Sumatera Selatan. “Selain itu, kelapa sawit menghemat devisa melalui program biodisel, yaitu digunakan untuk campuran biodiesel yang harusnya impor dicampurkan dengan sawit, sehingga menghemat devisa,” jelas Helmi.

“Untuk itu, kami berpesan kepada para peserta worshop untuk berperan aktif melawan kampanye negatif sawit. Dengan memanfaat berbagai produk sawit dan turunanya untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi, hal ini akan menciptakan image positif sawit. Bagaimana caranya, dengan memanfaatkan media sosial untuk kampanye sawit baik agar masyarakat bisa memahami peran dan manfaat sawit,” tambahnya.

Pemprov Sumsel Antusias
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Hermansyah Qodho mengatakan pihaknya mendukung dan sangat antusias dengan workshop tersebut.

Sebelumnya, kegiatan serupa sangat terbatas dalam pelaksanannya karena biasanya lebih banyak melibatkan dengan dinas perkebunan.

“Tapi, ini (workshop) insight yang bagus, workshop suatu langkah maju, mudah – mudahan hal seperti ini akan teragendakan lagi. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.

Diungkapkan, Hermansyah, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan memiliki tugas pokok dan fungsi yaitu pendampingan pada koperasi dan UKM di Sumatera Selatan. Sebelumnya, banyak pelatihan di Dinas Koperasi dan UKM untuk perempuan terutama di masa covid dengan pendanaan kolaborasi dengan lembaga lain.

“Pelatihan juga diadakan untuk membantu pemasaran misalnya dalam bentuk pameran, produk yang dibuat harus dipasarkan,” sambungnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini