Greenhouse Belanda Siap Wujudkan Indonesia Swasembada Hortikultura

0

Pemerintah Belanda menunjukkan minat besar untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mencapai swasembada, terutama di sektor hortikultura, seperti pengembangan sayur dan buah.

Demikian disampaikan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen saat bertemu Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat kunjungannya ke Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (14/5).

“Belanda sebagai negara agrikultur dengan teknologi tinggi, sangat ingin bekerja dengan Indonesia untuk juga mencapai swasembada, misalnya dalam hortikultur, sayur dan buah,” kata Marc.

Marc menambahkan, Belanda memiliki teknologi rumah kaca (greenhouse) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi hortikultura.

Keunggulan teknologi greenhouse adalah efektivitasnya dalam meningkatkan produksi. Dengan memanfaatkan satu hektare lahan, teknologi ini mampu menghasilkan lebih banyak pangan tanpa perlu membuka lahan pertanian baru.

“Kita juga bisa memproduksi makanan untuk menjadi lebih produktif di kawasan yang sama. Dan itulah yang kita bisa menawarkan. Perusahaan Indonesia dapat menawarkan pengetahuan dan teknologi seperti ini,” kata dia.

Marc menegaskan bahwa pihaknya siap untuk berbagi teknologi greenhouse tersebut dengan Indonesia. “Jadi, kita memiliki teknologi, termasuk teknologi greenhouse yang ingin kita bagikan,” kata Marc.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjalin kerja sama, Marc mengungkapkan, pada Juni mendatang, Belanda akan mengirimkan misi ekonomi ke Indonesia, yang akan dipimpin oleh Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri Pertanian.

Dalam misi tersebut, lanjut dia, lebih dari 30 perusahaan hortikultur akan ikut serta, dengan tujuan berinvestasi di Indonesia dan bekerja sama dengan sektor makanan serta agrikultur di Indonesia.

Sementara itu, Mentan Amran mengungkapkan, kerja sama dengan Belanda di sektor hortikultura sudah dimulai di beberapa lokasi, seperti Kumbang Humbang Hasundutan dan Purwakarta, di mana pusat bibit.

“Nah itu akan kita mengakselerasi nanti.
Dan ini sangat bagus karena Belanda ahli bidang hortikultura, karena berbuahan sayur-sayuran dengan membuat greenhouse itu hasilnya bisa 1 banding 10,” jelas Mentan Amran.

Namun, dia juga menekankan perlunya kajian lebih lanjut terkait harga komoditas, mengingat biaya produksi yang lebih murah di daerah terbuka karena iklim Indonesia yang mendukung.

“Saya katakan ini perlu kita kaji masalah harga, harga komoditasnya. Kenapa negara kita kan sangat luas dan biayanya murah kalau kita di daerah yang terbuka, karena iklim kita sangat bagus,” imbuh Mentan Amran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini