Barantin Lepas Ekspor 459 Ton Durian Sulawesi Tengah ke Tiongkok

0
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Barantin, Sahat M Panggabean
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Barantin, Sahat M Panggabean memberikan sambutan pada acara ekspor durian Sulawesi Tengah ke Tiongkok di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/4).

Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor durian asal Sulawesi Tengah tujuan Tiongkok sebanyak 459 ton dengan nilai Rp 42,5 miliar.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean, mengatakan keberhasilan ekspor ini merupakan hasil dari proses panjang hingga durian Indonesia dapat akses langsung ke Tiongkok.

“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar Tiongkok adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini sudah 151 kontainer di berangkatkan ke Tiongkok dengan nilai ekonomi Rp377,5 miliar,” ujar Sahat di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (16/4).

Menurutnya, ekspor durian beku ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam melanjutkan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah.

Sahat menjelaskan, perjalanan ekspor durian beku Indonesia tidaklah singkat. Sebelumnya, durian beku asal Indonesia belum memiliki akses langsung ke pasar Tiongkok sehingga harus melalui negara perantara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Dalam skema tersebut, eksportir Indonesia hanya berperan sebagai pemasok ke negara-negara tersebut. Selanjutnya, produk durian diolah dan dikemas ulang sebelum diekspor kembali ke Tiongkok. Kini, dengan terbukanya akses langsung, nilai tambah diharapkan dapat dinikmati lebih besar oleh pelaku usaha dalam negeri.

“Jika sebelumnya 56 hari menjadi 22—26 hari sampai Tiongkok. Memangkas biaya logistik hingga 2 kali lipat dari sebelum ekspor langsung sehingga akan mendukung flowcash pelaku usaha,” jelasnya.

Melihat tingginya minat masyarakat Tiongkok terhadap durian, Barantin mengambil inisiatif menjalin komunikasi dengan otoritas karantina Tiongkok. Bersama dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, melakukan pendampingan bagi calon eksportir durian agar dapat memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan oleh Tiongkok.

Kerja keras ini membuahkan hasil dengan ditandatanganinya naskah Protokol Ekspor Durian Beku asal Indonesia tujuan Tiongkok oleh Kepala Badan Karantina Indonesia dan Menteri General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) pada 25 Mei 2025. Dan pada Desember 2025 Indonesia perdana mengekspor durian beku langsung ke Tiongkok.

Berdasarkan catatan Barantin, Permintaan durian di Tiongkok mencapai USD 8 Miliar atau sekitar Rp 128 triliun per tahun. Varietas unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung. Indonesia optimis mampu merebut 5—10 persen pangsa pasar, dengan potensi devisa Rp 6,4 triliun hingga Rp 12,8 triliun per tahun.

Ekspor Durian Sulawesi Tengah

Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Alfian menuturkan 7 dari 8 perusahaan rumah pengemasan durian beku yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Intalasi Karantina Tumbuhan (IKT) dan teregistrasi di sistem China Import Food Enterprise Registration berada di wilayah layanan Karantina Sulawesi Tengah.

Tahun 2026 ini sendiri merupakan awal dari buah keberhasilan dengan adanya ekspor langsung durian beku ke Tiongkok. Dari sertifikasi Barantin yang tercatat dalam sistem BEST TRUST, tercatat bahwa pada periode tahun 2026 dari bulan Januari hingga April saat ini telah di ekspor durian beku ke Tiongkok sebanyak 4.077 ton dengan nilai ekonomi Rp377,5 miliar.

Sulawesi Tengah berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah per Januari 2025, total jumlah pohon durian di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 3,7 juta pohon dengan populasi pohon produktif (menghasilkan) sejumlah 1,2 juta pohon dan pohon belum produktif sejumlah 2,2 juta pohon.

Untuk potensi hasil produksi durian di Sulawesi Tengah sendiri berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah pada tahun 2025 sebanyak 95.140 ton tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dengan dominasi sentra durian terbanyak pada wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Pasar Tiongkok menjanjikan bagi eksportir menggingat permintaan durian ke Tiongkok terus meningkat seiring tingginya minat konsumen. Hal berdasarkan faktanya bahwa permintaan durian ke Tiongkok mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp128 triliun per tahun.

Dengan Bawor, Super Tembaga (Kalamunting), dan Namlung (Sitokong/Petruk) yang memiliki karena rasanya yang manis, legit, serta memiliki aroma kuat yang diminati pasar Tiongkok, sehingga Indonesia optimistis dapat merebut 5—10 persen pangsa pasar. Jika target tersebut tercapai, potensi devisa yang akan masuk berkisar Rp 6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

“Ekspor langsung ke Tiongkok selain memangkas biaya logistik, juga saat ini, harga durian di Cina tercatat 5–7 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga lokal, memberikan peluang keuntungan besar bagi petani dan eksportir,” ujar Alfian.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, yang turut hadir dalam Pelepasan Ekspor Durian mengutarakan sangat berbangga durian Sulawesi Tengah setelah sekian lama berjuang bisa menembus pasar internasional khususnya Tiongkok. Ekspor langsung ini menegaskan nama Sulawesi Tengah tercatat dan tidak lagi melalui daerah atau negara lainnya.

Hal ini tentunya akan meningkatkan PAD dan kesejahteraan petani serta menegaskan komitmen daerah dalam pengembangan komoditas unggulan dengan menyatakan bahwa Sulawesi Tengah menjadi sentra durian nasional yang mampu menembus pasar global.

“Keberhasilan ekspor langsung ini tentunya menegaskan durian atau “emas berduri’ asal Sulawesi Tengah sebagai representasi Sulawesi Tengah menuju raja durian di dunia,” ujar Anwar Hafid.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor durian, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman S, perwakilan Menteri Pertanian, Bapanas, dan plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra, Forkompinda Sulawesi Tengah, serta Asosiasi Pengusaha Durian dan Petani Durian Sulteng.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini