Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan usaha dan budidaya kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT. Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) menggelar ‘Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit untuk pekebun Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng).
Hal tersebut disampaikan Rohani Mastura, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar di Swiss-Belhotel Palu, Jl Malonda, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Senin (28/7/2025).
Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 70 petani sawit asal Kabupaten Morowali, dan akan berlangsung 28 Juli-1 Agustus 2025.
Menurut Rohani, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan.
“Pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan sebagai dasar pengelolaan dan pengembangan kelapa sawit secara terencana dan tepat sasaran. Salah satunya melalui penghimpunan dana perkebunan sebagaimana diatur dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018,” kata Rohani.
Menurut Rohani, tren kebutuhan terhadap hasil perkebunan, khususnya kelapa sawit, terus meningkat. Tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, produk olahan sawit juga digunakan dalam berbagai industri.
“Untuk mengakomodasi tingginya permintaan, harus diimbangi dengan peningkatan penawaran, salah satunya melalui produktivitas dan mutu produksi CPO. Di sinilah pentingnya SDM yang terampil dan kompeten,” tegasnya.
Rohani Mastura menyebutkan, pelatihan teknis ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada pekebun dan penyuluh kelapa sawit, mulai dari penggunaan benih bersertifikat, persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga kunjungan langsung ke kebun sawit yang telah ditentukan.
“Kami berharap dengan pelatihan ini, para pekebun dan penyuluh di Morowali dapat meningkatkan keterampilan serta pengetahuan dalam pembinaan dan pengelolaan budidaya kelapa sawit secara berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar, mengatakan pelatihan ini fokus pada peningkatan kompetensi teknis budidaya kelapa sawit bagi para petani.
“Kegiatan ini sangat penting. Ini adalah pelatihan teknis budidaya yang kami selenggarakan bekerja sama dengan BPDP,” ujar Andi.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan menjaga keberlanjutan komoditas kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa nasional dan menopang ekonomi masyarakat.
Andi Yusuf menjelaskan, materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup berbagai aspek teknis budidaya kelapa sawit, mulai dari tata cara penanaman yang benar hingga pentingnya penggunaan benih bersertifikat.
“Masih banyak benih tidak bersertifikat yang beredar, dan itu tentu berdampak pada kualitas tanaman dan hasil produksinya,” tuturnya.
Selain itu, peserta juga akan dibekali prinsip Good Agricultural Practices (GAP), teknik pemeliharaan tanaman, serta cara mengidentifikasi dan mengendalikan hama dan penyakit.
“Masalah-masalah yang sering dihadapi di lapangan akan dibahas secara tuntas, sekaligus diberikan solusi teknisnya, termasuk bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan, peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke PT Unggul di Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
“Di sana, para peserta akan melihat langsung penerapan prinsip-prinsip budidaya sawit yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala bidang Perkebunan Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Morowali Burhanudin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan pelatihan terhadap pekebun sawit Morowali untuk meningkatkan pengetahuan dalam hal budidaya kelapa sawit.
Menurutnya, Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia dan berkontribusi dalam pengembangan perekonomian nasional.
“Bahkan sawit turut menentukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu, sawit perlu dikelola dengan baik dan benar agar produktivitasnya meningkat,” kata Burhanudin.
Dia berpesan kepada peserta agar memanfaatkan pelatihan ini dengan baik. Sebab tanpa ada teknik pengetahuan yang baik maka akan sulit mencapai hasil yang maksimal.
“Manfaatkan pelatihan ini agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kebun. Setelah dapat ilmu bias dibagikan kepada teman-teman yang kurang beruntung, tidak dapat ikut pelatihan,” pungkasnya.






























