
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Dia menyebut, praktik korupsi tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu pemenuhan hak dasar warga, mulai dari pendidikan, pangan, hingga pelayanan publik.
“Sekali lagi, korupsi adalah extraordinary crime,” tegas Sudaryono dalam pidatonya pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (10/12).
Sudaryono menekankan pentingnya kesadaran pribadi sebagai benteng utama dalam mencegah tindak pidana korupsi. Dia meminta seluruh pegawai mengingat keluarga sebelum mengambil keputusan yang berpotensi melanggar hukum.
“Saya mohon sekali, Anda ingat anak istri di rumah, ingat keluarga, ingat tetangga, dan teman sebelum Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum yaitu tindak pidana korupsi,” ujar dia.
Mas Dar, sapaan akrabnya, juga mengingatkan bahwa seseorang bisa terseret kasus korupsi bukan hanya karena menikmati hasilnya, tetapi karena membiarkan atau tidak melaporkan penyimpangan di sekitarnya.
“Mari kita sama-sama waspada. Bisa jadi Anda hanya melihat, tidak menikmati tapi Anda tidak melapor, Anda bisa nyangkut-nyangkut kegiatan atau tindak pidana yang dilakukan oleh teman Anda,” jelas dia.
Sudaryono menyampaikan bahwa kinerja Kementan saat ini berada pada jalur yang baik, termasuk capaian swasembada beras yang telah diakui Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, kata dia, capaian tersebut telah disampaikan Presiden dalam Sidang Umum PBB sebagai bukti bahwa Indonesia telah self-sufficient in rice.
“Tentu saja kebanggaan ini jangan sampai kita kotori, jangan sampai kita nodai oleh praktik-praktik yang tercela,” tegas dia.
Sudaryono juga menyinggung bahwa kejahatan pada umumnya dilakukan diam-diam. Karena itu, dia meminta seluruh pegawai peka terhadap tanda-tanda atau “kasak-kusuk” yang mengarah pada pelanggaran hukum di lingkungan kerja.
“Kalau sudah mulai kasak-kusuk, mari kita ingatkan kanan-kiri, depan-belakang. Saya sedih kalau melihat ada orang yang kita kenal kemudian tampil di TV di kursi pesakitan. Maka sebelum itu terjadi, pencegahan harus kita lakukan,” kata dia.
Sudaryono mengungkapkan, indeks antikorupsi Kementan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, ia menargetkan Kementan menjadi kementerian dengan capaian antikorupsi terbaik di Indonesia.
“Saya memiliki target bahwa ke depan Kementan harus juara antikorupsi dibanding kementerian lain,” ujar dia.
Sudaryono menambahkan, pada puncak peringatan Hakordia di Yogyakarta yang diselenggarakan KPK, terdapat dua kementerian yang memperoleh penghargaan antikorupsi. Kementan belum masuk daftar tersebut, namun ia optimistis tahun depan capaian Kementan akan semakin baik.
“Insyaallah tahun depan kita bisa mendapatkan predikat yang baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata dia.
Menutup sambutan dia, Sudaryono mengingatkan bahwa diri sendiri adalah pengendali paling kuat untuk menjauhi perilaku tercela.
“Rem yang paling baik itu diri kita sendiri, hati kita sendiri. Gunakan akal sehat agar kita terhindar dari tindak pidana apa pun, termasuk korupsi,” imbuh Sudaryono.



























