Amran Soroti Kenaikan Harga Daging Sapi, Minyak Goreng, dan Ayam ras

0
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikutiRapat Koordinasi SPHP Daging Ayam Ras dan Minyakita di Kantor Pusat Bapanas, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian khusus terhadap tiga komoditas yang menyumbang inflasi selama Ramadan.

Amran mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas yang menyumbang inflasi yakni daging sapi, minyak goreng, dan ayam ras. Sementara itu, harga cabai dilaporkan mulai turun. 

“Kita hari ini rapat rutin karena melihat perkembangan inflasi sedikit ada kenaikan ayam ras, minyak goreng, dan daging. Cabai sekarang terjadi penurunan,” ujar Amran di Kantor Pusat Bapanas, Jakarta, Rabu (4/3).

Amran menuturkan, sejak Desember 2025 Seluruh rekomendasi impor sapi 600.000 ekor  sudah keluar. Begitu juga dengan izin impor daging beku sebanyak 280.000 ton.

 “Jadi tidak ada alasan lagi di Kementerian Pertanian, sudah selesai. Kami tadi minta semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai harga naik,” ujarnya.

Namun, saat pemeriksaan di lapangan, kenaikan harga ternyata terjadi di tangan distributor besar atau middleman. Di Bandung, misalnya, harga daging naik Rp27.000 per kilo akibat permainan distribusi.

“Ini yang tidak benar. Kami minta Satgas, Dirkrimsus, dan Kasat Reskrim seluruh Indonesia segera menindak, bila perlu langsung segel. Enggak boleh beri ampun. Ini menyusahkan kita di bulan suci Ramadan,” tegas Amran.

Untuk minyak goreng, Amran menekankan bahwa Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar dunia, sehingga tidak ada alasan harga naik karena kekurangan produksi.

“Sekarang produksi melimpah, harga naik dikit, minyak goreng. Kami minta produsen dan distributor besar kalau bermain-main ditindak, bila perlu tokonya ditutup. Dan itu kami yang minta, kami yang tanggung jawab,” tegasnya.

Amran juga menyoroti ayam ras. Dia menyebut keuntungan di tangan middleman atau distributor besar bisa mencapai 30 persen. 

“Nah, ini kita ingin seluruhnya di bawah HET. Itu enggak boleh ditawar. Naik tadi ada yang mengatakan naik hanya sedikit, sedikit pun enggak boleh. Enggak boleh lagi kompromi,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini