Menhan Prabowo dan Mentan Amran Disambut Ribuan Petani di Blora

0
Dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet Paripurna, Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 6 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedaulatan pangan. Dok: Ilustrasi

 

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman disambut 35 ribu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (18/1).

Keduanya berada di tengah-tengah petani untuk menghadiri gerakan peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Menhan Prabowo mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang paling vital, juga sektor yang paling strategis karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pangan adalah suatu komoditas yang strategis, tanpa pangan kita tidak ada negera, tanpa pangan tidak ada peradaban manusia. Karena itu, sejak saya masih aktif di tentara saya berjuang di HKTI dan juga bersama KTNA untuk memperjuangkan swasembada pangan,” kata Menhan Prabowo.

Dia mengatakan akan membantu petani berjuang meningkatkan produksi sehingga ke depan Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada kebijakan impor yang merugikan nasib petani.

“Bangsa kita harus bisa produksi pangan sendiri, tidak boleh kita impor dari luar. Ini harus menjadi tekad kita bersama. Kita harus swasembada pangan dan beliau (Mentan Amran) sanggup untuk mengelola sehingga Indonesia akan swasembada pangan,” tutur Menhan Prabowo.

Dia mengapresiasi langkah dan kinerja Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang telah bekerja luar biasa menjaga kedaulatan pangan bangsa selama dua bulan menjabat sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2023 lalu.

“Saya berterima kasih karena saya melihat kemapuan beliau dan tekad beliau (Andi Amran Sulaiman yang baru 2 bulan menjabat beliau sudah berbuat banyak dan sungguh-sungguh untuk bangsa ini,” ujar Menhan Prabowo.

Dia juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menunjuk kembali Mentan Amran sebagai menteri. Baginya, Amran adalah petarung sekaligus pekerja keras yang memiliki tekad besar dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada presiden Jokowi karena beliau menunjuk saudara Andi Amran sebagai menteri pertanian, seorang anak petani, anak babinsa, sebagai pakar, sebagai teknokrat dan pemimpin yang bertekad mengurus maslah pertanian,” kata dia.

Sementara itu, Mentan Amran mendorong agar para petani di Blora mempercepat masa tanam dengan menggunakan benih dan pupuk yang telah disiapkan kementan. Percepatan ini penting dilakukan agar ke depan Indonesia mampu berdaulat dan tidak bergantung pada kebijakan impor.

“Kita harus mampu mewujudkan swasembada karena kita telah dibantu penambahan anggaran oleh presiden Jokowi. Saat ini kita sudah siapkan pupuk, benih unggul sampai dengan alsintan. Ingat, Indonesia adalah negara besar yang juga memiliki potensi besar,” katanya.

Menurut Mentan, saat ini pemerintah sudah mempermudah regulasi pengambilan pupuk subsidi karena hanya dengan menggunakan KTP tanpa kartu tani. Kemudahan ini diberikan agar petani bisa meningkatkan produksi serta meningkatkan nilai kesejahteraannya.

“Saya katakan kepada seluruh petani yang tidak memiliki kartu tani bisa menebus dengan KTP. Dan kalau ada distributor yang bermain-main maka akan kami cabut izin usahanya,” kata Mentan Amran.

Diketahui, Bantuan Kementan untuk mendukung program LMDH Blora Jawa Tengah mencapai 40 ribu hektare. Bantuan di Jawa Tengah meliputi benih hortikultura sebanyak 80.000 batang, benih durian 10.000 batang, benih mangga 1.344 batang, benih kelengkeng 65.143, benih alpukat 3.513 batang, bibit kelapa 1000 batang dan bantuan kambing 150 ekor.

Sementara bantuan untuk Kabupaten Blora terdiri dari benih hortikultura sebanyak 20.000 batang, benih mangga 18.000 batang, benih alpukat 2000 batang, benih jagung hibrida untuk 15.000 hektare, benih padi untuk 10 ribu hektare dan pupuk NPK untuk rawat ratoon tebu 100 hektare.

“Kemudian bagi masyarakat yang punya CPCL (calon petani calon lahan) silahkan lapor ke perangkat pemerintahan setempat untuk mendapat akses benih dan lain-lain. Alhamdulillah bulan kedua saya menjabat, Bapak presiden telah menambah pupuk 14 Trilyun, sehingga sekarang tidak ada lagi alasan pupuk sulit,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan dan perhatian kementerian pertanian terhadap jalannya pembangunan pertanian di Kabupaten Blora. Untuk diketahui, Blora merupakan wilayah hutan dan pangan yang memiliki mayoritas masyarakat petani.

“Alhamdulillah atas bantuan bapak presiden melalui bapak menteri selama beberapa tahun ini para petani mendapat akses jalan yang sudah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Perlu kami laporkan bahwa separuh wilayah Blora adalah hutan yang jumlahnya mencapai 49,5 persen,” katanya.

Arief menambahkan, saat ini Kabupaten Blora menjadi lumbung padi terbesar ke-5 dan lumbung jagung terbesar ke-2 di Jawa Tengah. Sementara untuk subsektor peternakan, Kabupaten Blora merupakan penghasil ternak terbesar pertama di Jawa Tengah.

“Dan peserta yang hadir pada saat ini mencapai 35 ribu peserta terdiri dari kelompok tani, babinsa dan elemen lainnya yang juga telah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Blora,” imbuhnya.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini