
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan piagam apresiasi kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) atas partisipasi dan kontribusi dalam Program Kementan Peduli untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Piagam apresiasi tersebut diserahkan langsung Mentan Amran kepada Sekretaris Jenderal GAPKI, M. Hadi Sugeng, di sela pelepasan keberangkatan bantuan pangan di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (5/12).
Mentan Amran menyampaikan apresiasi kepada GAPKI atas dukungan yang diberikan. Dia meminta GAPKI memastikan masyarakat terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut tidak kekurangan minyak goreng.
“Minyak goreng aman ya?” tanya Mentan Amran. “Aman, Pak,” jawab Sugeng.
“Kalau kurang, tambah lagi. Jangan sampai saudara-saudara kita kekurangan. Kita produsen minyak terbesar di dunia,” ujar Mentan Amran.
Selain GAPKI, ada beberapa lagi perusahaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan piagam apresiasi, di antaranya adalah Perum Bulog.
“Teman-teman pengusaha, ini luar biasa GAPKI, ini luar biasa teman-teman kita. BUMN berpartisipasi luar biasa. Pupuk Indonesia, ini PTPN, ID Food, Bulog juga,” ungkap Mentan Amran.
Sementara itu, Sugeng yang sedari awal mendampingi Mentan Amran dalam pelepasan bantuan korban banjir ini berharap bantuan ini dapat meringankan beban mayarakat terdampak banjir.
“Semoga bantuan yang GAPKI kirimkan bisa meringankan duka saudara-saudara kita yang menjadi korban,” ujar Sugeng.
Tak berhenti pada pengiriman bantuan melalui Kementan, pengurus pusat GAPKI juga telah menginstruksikan seluruh cabang di Indonesia untuk melakukan langkah serupa.Â
Respons cepat tercatat terutama dari cabang-cabang di Sumatera yang langsung, melakukan pendataan korban, mendirikan posko dan tenda darurat, menerjunkan tim lapangan, serta mengirimkan bantuan secara langsung ke titik-titik terdampak.
Gerak cepat ini menunjukkan bagaimana jaringan industri sawit merespons keadaan darurat, sekaligus menegaskan kontribusi sektor sawit terhadap kemanusiaan dan ketahanan masyarakat.
Aksi GAPKI Peduli menjadi salah satu mobilisasi kemanusiaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir bukti bahwa industri sawit tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga peduli pada kemanusiaan dan keberlanjutan sosial.





























