Bulog Gandakan Stok Minyakita Jadi 70.000 KL Jelang Lebaran

0
minyak goreng-kemasan-minyakita diijual dengan harga Rp 15.700 per kantong.
Minyak goreng kemasan Minyakita dijual dengan harga Rp 15.700 per kantong. Dok: Ist

Perum Bulog menyiapkan 70.000 kiloliter Minyakita selama periode Ramadan dan menjelang Idulfitri guna memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan rata-rata pasokan bulanan yang berada di kisaran 30.000 kiloliter.

“Direncanakan khusus menjelang Lebaran ini kami stokkan sampai 70.000 kiloliter. Tujuannya apa? Untuk mengantisipasi masyarakat yang akan menghadapi Ramadhan dan khususnya Lebaran di tahun 2026 ini,” ujar Rizal usai meninjau pasokan pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/2). 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, pemerintah menugaskan Perum Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma untuk menyalurkan 35 persen DMO minyak goreng.

DMO merupakan kewajiban produsen untuk memasok sebagian produksi ke dalam negeri sebelum dapat diekspor, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasar dalam negeri.

Melalui mekanisme baru tersebut, penyaluran Minyakita tidak lagi melibatkan distributor, melainkan langsung dari tiga BUMN sebagai distributor tingkat pertama (D1) kepada pengecer di pasar, khususnya pasar SP2KP.

“Sekarang sudah diatur sedemikian rupa jadi tidak ada lagi nanti pendistribusian melalui distributor, tapi dari Bulog, dari ID Food, dan Agrinas Palma langsung ke pengecer-pengecer pasar,” ujar Rizal.

Dalam pendistribusiannya, Bulog menjual Minyakita seharga Rp 14.500 per liter, sementara harga di tingkat pengecer ditetapkan Rp 15.700 per liter sehingga tersedia margin sekitar Rp1.200 bagi pedagang.

“Jadi harapannya masih ada spare angka Rp 1.200 per liter, saya kira cukup untuk keuntungan para pengecer di lapangan dengan harga 15.700 per liter,” kata Rizal.

Sejak 1 Januari 2026, Bulog telah menjalankan penugasan penyaluran 35 persen DMO minyak goreng. Seluruh kantor wilayah, pimpinan cabang, hingga gudang telah diinstruksikan untuk mendistribusikan Minyakita langsung ke pasar.

“Kami instruksikan seluruh pimpinan wilayah, pimpinan cabang, bahkan gudang-gudang untuk menyalurkan (Minyakita) ke masing-masing pasar SP2KP,” imbuh Rizal.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini