PALEMBANG — Perkebunan kelapa sawit rakyat memegang peran penting dalam industri sawit nasional. Saat ini, lebih dari 42 persen luas perkebunan sawit Indonesia dikelola oleh pekebun rakyat. Namun, besarnya kontribusi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat produktivitas yang optimal. Penggunaan benih tidak bersertifikat, pemupukan yang tidak tepat, hingga penerapan teknik budidaya yang belum sesuai standar masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Untuk menjawab persoalan tersebut, sebanyak 106 pekebun sawit asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan oleh IPB Training bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Kegiatan berlangsung selama enam hari, pada 18–23 Juni 2026, di Palembang.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun sawit rakyat agar mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanti, mengatakan peningkatan kompetensi petani merupakan salah satu faktor kunci dalam mendongkrak produktivitas perkebunan rakyat. Menurut dia, berbagai persoalan teknis yang masih dihadapi petani perlu dijawab melalui pendidikan dan pelatihan yang aplikatif.
“Masih banyak pekebun yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan kebun, mulai dari pemilihan benih, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan petani memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tepat sehingga produktivitas kebunnya dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan M. Ichwansyah, perwakilan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, serta perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Tulus Tri Margono, menegaskan pentingnya penggunaan benih unggul dan penerapan praktik budidaya yang baik sebagai fondasi peningkatan produktivitas kebun rakyat.
Menurut Tulus, penggunaan benih yang tidak jelas asal-usulnya masih menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil produksi di sejumlah sentra sawit rakyat. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga memengaruhi produktivitas tanaman selama masa produksi yang dapat berlangsung hingga puluhan tahun.
Karena itu, peningkatan pemahaman petani mengenai penggunaan benih unggul, pengelolaan tanaman yang benar, dan penerapan prinsip budidaya berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor sawit nasional.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai berbagai aspek budidaya kelapa sawit. Materi yang diberikan mencakup regulasi dan kebijakan perkebunan, persiapan benih dan bahan tanam, pengelolaan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Tidak hanya berlangsung di ruang kelas, kegiatan juga dirancang dengan pendekatan praktik lapangan agar peserta dapat memahami penerapan teknologi budidaya secara langsung. Para pekebun mengikuti sesi praktikum dan kunjungan lapangan ke PPKS Sembawa.
Di lokasi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati berbagai teknik budidaya yang direkomendasikan, mulai dari pengelolaan pembibitan hingga pemeliharaan tanaman menghasilkan. Mereka juga berdiskusi langsung dengan para peneliti dan praktisi mengenai solusi terhadap berbagai persoalan yang kerap dihadapi di kebun rakyat.
Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini dinilai penting karena sebagian besar pekebun lebih mudah memahami materi melalui pengalaman langsung di lapangan. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat lebih mudah diterapkan ketika peserta kembali ke kebun masing-masing.
Kabupaten Muara Enim sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit penting di Sumatera Selatan. Ribuan keluarga menggantungkan penghidupan dari sektor perkebunan ini, baik sebagai pekebun mandiri maupun anggota kelompok tani. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas petani menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tuntutan industri yang semakin mengedepankan aspek produktivitas dan keberlanjutan, penguatan SDM pekebun menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Produktivitas kebun rakyat yang lebih tinggi akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani tanpa harus membuka lahan baru, sekaligus mendukung upaya pembangunan perkebunan yang ramah lingkungan.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat ditularkan kepada petani lain sehingga dampak program dapat menjangkau lebih banyak pekebun.
Dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, sektor perkebunan sawit rakyat diharapkan semakin mampu menghasilkan produksi yang tinggi, berkualitas, dan berdaya saing. Pada saat yang sama, petani juga dapat memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pilar utama industri kelapa sawit Indonesia yang produktif dan berkelanjutan.






























