
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrahman menyebut pemerintah membidik produktivitas sawit rakyat naik ke level ideal 5–6 ton per hektare per tahun, mengingat saat ini baru sekitar 3 ton per hektare per tahun.
“Sekarang, produktivitasnya itu baru dalam level 3 ton per hektare per tahun untuk perkebunan sawit rakyat,” kata Eddy dalam sebuah wawancara di Jakarta, seperti dikutip Majalah Hortus, Jumat (22/8).
Agar produktivitas sawit rakyat mencapai angka ideal, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan BPDP memberikan dukungan berupa program-program peningkatan sawit.
Beberapa di antaranya berupa Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan, serta Program Pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat sehingga bisa mencapai potensi ideal, let’s say, 5 ton hingga 6 ton per hektare,” ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Eddy, produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) pada tahun 2030 diharapkan dapat mencapai 60 juta ton per tahun, meningkat dari sekitar 50 juta ton CPO yang diproduksi saat ini.
Menurut Eddy, peningkatan produksi ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita harapkan bahwa sektor perkebunan, pertanian, di mana di dalamnya sebagian besar itu sawit, itu akan memberikan kontribusi yang cukup tinggi kepada pertumbuhan ekonomi itu sendiri,” imbuhnya. (ST)





























