Untuk meningkatkan kapasitas petani dan pengurus koperasi sawit rakyat dalam hal teknik budidaya sawit berkelanjutan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), IPB Training, dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit di Provinsi Banten.
Kegiatan berlangsung dari 21 hingga 25 Juli 2025, diikuti oleh 51 peserta dari Kabupaten Lebak.
Pelatihan ini menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2025. Fokus kelas budidaya adalah membekali peserta dengan keterampilan teknis dalam pengelolaan kebun sawit dari hulu ke hilir. Materi meliputi Persiapan benih dan bahan tanam, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman (Tanaman Belum Menghasilkan/TBM dan Tanaman Menghasilkan/TM), dan Pengendalian OPT (Hama, Penyakit dan Gulma).
Dr. Ahmad Junaedi, M.Si, mewakili tim trainerIPB Training, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan ini dalam mendongkrak produktivitas sawit rakyat yang saat ini rata-rata masih rendah.
“Produktivitas sawit kita masih di bawah potensi. Dengan penerapan teknologi dan budidaya yang tepat, petani bisa mencapai lebih dari 6 ton per hektar per tahun. Ini bukan hanya soal panen, tetapi soal cara mengelola kebun dengan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah trainer berpengalaman seperti Ir Sri Hermawan, Fajar Wahyudi, MBA, dan Abdul Rosid, AMd. SE, yang memberikan materi secara partisipatif dan berbasis pengalaman langsung dari lapangan.

Sementara itu, Dr. M Apuk Ismane, Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan BPPSDMP Kementerian Pertanian, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan transformasi pertanian menuju era modern, dan menjadi bagian dari program swasembada pangan nasional.
“Salah satu fokus strategi pertanian 2025–2029 adalah transformasi SDM petani. Pelatihan Ini bagian dari pilar pembangunan pertanian: penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mula Putra SAP, Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Kelapa Sawit Ditjenbun Kementerian Pertanian, menyebutkan bahwa peningkatan produktivitas petani sawit rakyat sangat tergantung pada kualitas SDM.
“Produktivitas sawit rakyat saat ini baru sekitar 3,3 ton CPO per hektar per tahun. Padahal, potensi mencapai 5 sampai 6 ton. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting untuk menutup gap produksi melalui peningkatan kapasitas petani,” tegasnya.
Rahmat, SSTP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, menyampaikan terima kasih kepada BPDPKS, Ditjenbun, dan IPB Training atas kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Ia berharap agar ilmu yang diperoleh peserta dapat terus disebarluaskan ke kelompok tani lain.
“Kegiatan ini sangat penting karena masih banyak petani sawit rakyat yang belum memahami teknik budidaya sesuai standar. Ilmu ini perlu disebarkan seluas-luasnya,” kata Rahmat.
Pelatihan budidaya ini berjalan paralel dengan pelatihan pemetaan lokasi kebun. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian No. 5 Tahun 2025 dan Keputusan Dirjen Perkebunan
No. 40 Tahun 2025 tentang strategi peningkatan SDM sawit melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan, dan pendampingan.
Dengan semangat “Pengembangan SDM Petani Sawit, Bersinergi Membangun Negeri – Banten Juara”, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan produktivitas, regenerasi petani sawit, dan kemandirian pertanian berbasis sawit di wilayah Kabupaten Lebak dan sekitarnya.






























