Purwadi Dorong UKMK Magelang Perkuat Kelembagaan untuk Kembangkan Produk Turunan Sawit

0
Direktur Eksekutif Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS), Purwadi
Direktur Eksekutif Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS), Purwadi jadi narasumber dalam Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK" di Hotel Safira Magelang, Senin (15/6).

Direktur Eksekutif Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS), Purwadi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) memperkuat kelembagaan usaha agar dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri hilir sawit nasional.

Hal itu disampaikan Purwadi dalam Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 bertema “Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK” di Hotel Safira Magelang, Senin (15/6).

Menurut Purwadi, UKMK memiliki peluang besar untuk berkembang seiring luasnya pemanfaatan produk turunan sawit yang digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, kosmetik, hingga kebutuhan rumah tangga.

“Hari ini Indonesia, UKM-UKM akan kita bangkitkan. Dan UKM menjadi driver utama untuk pengembangan ini,” kata Purwadi.

Ia menjelaskan, sawit tidak hanya dimanfaatkan sebagai minyak goreng, tetapi juga menjadi bahan baku lebih dari 200 produk turunan yang menopang berbagai industri. Karena itu, pelaku UKMK perlu menangkap peluang tersebut dengan memperkuat kapasitas usaha dan membangun kolaborasi yang lebih luas.

Purwadi mengajak para pelaku usaha untuk membangun kelembagaan yang kuat sehingga lebih mudah mengakses bahan baku, pembiayaan, dan pasar.

“Saran saya nomor satu kompak. Yang kita bangun itu bukan satu dua orang, tetapi ekosistem,” ujarnya.

Menurut dia, kelembagaan yang kuat akan memudahkan pelaku usaha terhubung dengan sumber bahan baku, lembaga perbankan, hingga industri hilir yang membutuhkan pasokan produk secara berkelanjutan.

“Kalau sudah punya kelembagaan, nanti bisa diconnectkan dengan bahan baku, bisa diconnectkan dengan sumber pembiayaan perbankan, bisa diconnectkan dengan industri hilir lainnya,” katanya.

Purwadi mencontohkan, kelompok usaha yang terorganisasi akan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam memperoleh bahan baku maupun menjalin kerja sama langsung dengan produsen dan pembeli.

Ia juga menilai UKMK berpeluang menjadi pemasok kebutuhan pangan maupun produk turunan sawit untuk berbagai sektor usaha apabila mampu membangun kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan.

Karena itu, Purwadi menegaskan pengembangan ekonomi ke depan akan lebih menitikberatkan pada penguatan kelompok usaha dibandingkan pendekatan yang bersifat individual.

“Besok tidak akan ada bantuan yang sifatnya personal. Pasti bersifat berbasis kelembagaan,” ujarnya.

Workshop Pemberdayaan UKMK Magelang dan Promosi Sawit Baik 2026 diselenggarakan oleh Majalah Hortus Archipelago dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Juni 2026 di Hotel Safira Magelang tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UKMK mengenai potensi produk turunan sawit sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis sawit yang berkelanjutan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini