RI Perluas Pasar Kopi di Korea Selatan

0
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Husodo Kuncoro Yakti, dan Wali Kota Goyang, Lee Dong-hwa melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Distrik Ilsan, Goyang, Korea Selatan, Kamis, 6 November 2025. Dok: Ist

Perwakilan perdagangan (Perwadag) Republik Indonesia di Korea Selatan (Korsel) bersinergi dengan Pemerintah Kota Goyang untuk mendorong pemasaran kopi Indonesia di negara tersebut.

Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Husodo Kuncoro Yakti, dan Wali Kota Goyang, Lee Dong-hwa di Distrik Ilsan, Goyang, Korsel, Kamis (6/11).

Menurut Husodo, konsumsi kopi Indonesia di Negeri Ginseng akan didorong dengan memanfaatkan kebijakan Pemerintah Kota Goyang. Saat ini, Pemerintah Kota Goyang tengah berupaya menjadikan wilayahnya sebagai pusat distribusi kopi di Korsel pada 2028. 

Dengan konsumsi kopi yang terus meningkat, eksportir kopi Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas distribusi tersebut secara maksimal.

“Oleh karena itu, MoU kali ini menjadi simbol dukungan ITPC Busan dan Kedutaan Besar RI di Seoul kepada Pemerintah Kota Goyang untuk mendirikan pusat distribusi kopi,” ujar Husodo dalam keterangan resmi diterima redaksi, Jakarta, Minggu (8/11).

Konsumsi kopi di Korsel yang terus bertambah tiap tahunnya. Menurut dia, rencana pendirian pusat distribusi kopi di Goyang akan sangat membantu bagi pemasaran kopi dari Indonesia.

“Kami harap, pusat distribusi ini dapat mendongkrak konsumsi kopi Indonesia di Korsel,” ujar Husodo.

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara pertama yang digandeng Pemerintah Kota Goyang dalam mewujudkan rencana tersebut. Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-13 sebagai pemasok kopi di Korsel.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul, Marviana Sendi, yang turut hadir dalam penandatanganan MoU, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi Korsel.

“MoU ini merupakan kesempatan bagus untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi Korea Selatan. Selain itu, MoU ini menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas lagi dengan Goyang Special City,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Goyang Special City menunjuk organisasi kopi asal Korsel, Good Neighbors, sebagai pelaksana program. Good Neighbors akan memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta bekerja sama dengan ITPC Busan dalam berbagai kegiatan promosi kopi Indonesia.

Good Neighbors juga akan bekerja sama dengan Koperasi Enrekang Timur Kasiturutan (ETIKA) di Sulawesi Selatan sebagai pemasok kopi. Koperasi ETIKA yang berlokasi di Enrekang ini beranggotakan 796 petani kopi.

Total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Korsel pada 2024 mencapai USD 20,13 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korsel tercatat sebesar USD 9,12 miliar, sedangkan nilai impor nonmigas dari Korea Selatan sebesar USD 8,62 miliar. 

Tren perdagangan nonmigas kedua negara meningkat rata-rata 8,84 persen per tahun pada periode 2020–2024, sementara nilai ekspor nonmigas Indonesia tumbuh rata-rata 11,09 persen per tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini