Ratusan Pekebun Sawit Riau Ikuti Pelatihan Budidaya Tanaman dari BPI Bersama BPDP dan Ditjenbun

0

BPDP & Ditjenbun kembali menunjuk Best Planter Indonesia (BPI) untuk melaksanakan pelatihan 526 pekebun sawit dari 4 kabupaten di Riau yaitu Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hulu & Rokan Hilir dengan tema Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM pekebun sawit agar dapat mengelola kebunnya semakin baik, sehingga produktivitas dan kesejahteraannya meningkat.

Direktur Operasional Friyandito, SP, MM dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BPDP & DITJENBUN untuk kembali melatih para pekebun sawit asal propinsi Riau. Tahun 2025 BPI dipercaya untuk untuk melatih pekebun sawit di 3 propinsi yaitu Sumsel, Riau dan Sumatera Barat, dimana salah satu target pelatihan adalah menumbuhkan semangat dan optimisme peserta dalam mengelola kebun sawitnya. Dengan narasumber yang seluruhnya praktisi berpengalaman, diharapkan petani mendapat ilmu dan mempraktekkannya sehingga kelak produktifitas tanaman dapat mencapai angka 5,5 ton CPO per ha per tahun, demikian Friyandito meyakinkan.

Direktur Sawit & Aneka Palma Ardi Praptono, SP, M.Agr dalam sambutan pembukaan melalui zoom menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto, bahwa kedepan sawit bukan hanya untuk pangan tetapi juga untuk energi dan harus mampu memberikan citra kekuatan sawit nasional dibidang energi. Dalam rangka peningkatan produktifitas sawit nasional, BPDP juga mendukung penuh Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pelatihan SDMPKS Budidaya, ISPO dll, Beasiswa serta Sapras yang semuanya didanai oleh BPDP. Dengan program beasiwa diharapkan kedepan penyuluhan dan pendampingan untuk pekebun sawit dapat dilakukan oleh para alumni yang menerima beasiswa tersebut.

Riau dengan luas areal sawit paling besar yaitu 3,4 juta hektar (yang didominasi oleh kebun rakyat 62,3%) atau 21% total areal sawit Indonesia, produktifitas nya saat ini baru mencapai 3,6 ton CPO per ha per tahun. Oleh karenanya Ardi berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktifitas tanaman sawit rakyat sejajar dengan swasta atau perusahaan. Ardi menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk mewujudkan sawit yang berkelanjutan yang bisa diterima oleh semua pihak.

Dr. M. Apuk Ismane, SP, M.Si mewakili Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Kementan yang hadir melalui zoom menyampaikan bahwa Badan SDM mendukung program-program Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan serta mengoptimalkan peran BEST PLANTER INDONESIA (BPI) dalam menyiapkan SDM melalui pelatihan ini, keberadaan BPI sangat penting dalam rangka meningkatkan keberhasilan program pelatihan SDM di propinsi Riau. Dalam kesempatan tersebut Ismane juga menyampaikan bahwa fokus pemerintah khususnya Presiden Prabowo adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan energi. Sedangkan untuk kemandirian energi salah satunya adalah peningkatan program B50 menjadi B100.

Kadisbun Propinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si menyampaikan bahwa BPI adalah salah satu penyelenggara pelatihan SDM sawit yang direkomendasikan oleh dinas-dinas Kabupaten dan Propinsi. Menurut Syahrial 51% penduduk Riau terafiliasi dengan sektor sawit, oleh karenanya menjadi wajar jika Riau mendapat pelatihan sawit yang tujuannya antara lain adalah untuk meningkatkan kapasitas pekebun sawit, demikian Syahrial menutup sambutannya. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir, S.Hut, T. M.Sc juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPDP yang menjadi sponsor utama pelatihan SDM ini dan berharap agar peserta mendapat narasumber yang berpengalaman dan bisa mendeliver materi-materi kepada seluruh peserta dengan baik.

BPDP & DITJENBUN untuk kesekian kalinya menunjuk BEST PLANTER INDONESIA (BPI) dalam melatih 526 pekebun sawit asal 4 kabupaten di Riau yaitu Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hulu & Rokan Hilir dengan tema Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Tujuan pelatihan tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pekebun sawit agar pengelolaan kebunnya semakin baik sehingga produktifitas meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun itu sendiri.

Direktur Operasional Friyandito, SP, MM dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BPDP & DITJENBUN untuk kembali melatih para pekebun sawit asal propinsi Riau. Tahun 2025 BPI dipercaya untuk untuk melatih pekebun sawit di 3 propinsi yaitu Sumsel, Riau dan Sumatera Barat, dimana salah satu target pelatihan adalah menumbuhkan semangat dan optimisme peserta dalam mengelola kebun sawitnya. Dengan narasumber yang seluruhnya praktisi berpengalaman, diharapkan petani mendapat ilmu dan mempraktekkannya sehingga kelak produktifitas tanaman dapat mencapai angka 5,5 ton CPO per ha per tahun, demikian Friyandito meyakinkan.

Direktur Sawit & Aneka Palma Ardi Praptono, SP, M.Agr dalam sambutan pembukaan melalui zoom menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto, bahwa kedepan sawit bukan hanya untuk pangan tetapi juga untuk energi dan harus mampu memberikan citra kekuatan sawit nasional dibidang energi. Dalam rangka peningkatan produktifitas sawit nasional, BPDP juga mendukung penuh Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Pelatihan SDMPKS Budidaya, ISPO dll, Beasiswa serta Sapras yang semuanya didanai oleh BPDP. Dengan program beasiwa diharapkan kedepan penyuluhan dan pendampingan untuk pekebun sawit dapat dilakukan oleh para alumni yang menerima beasiswa tersebut.

Riau dengan luas areal sawit paling besar yaitu 3,4 juta hektar (yang didominasi oleh kebun rakyat 62,3%) atau 21% total areal sawit Indonesia, produktifitas nya saat ini baru mencapai 3,6 ton CPO per ha per tahun. Oleh karenanya Ardi berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktifitas tanaman sawit rakyat sejajar dengan swasta atau perusahaan. Ardi menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk mewujudkan sawit yang berkelanjutan yang bisa diterima oleh semua pihak.

Dr. M. Apuk Ismane, SP, M.Si mewakili Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Kementan yang hadir melalui zoom menyampaikan bahwa Badan SDM mendukung program-program Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan serta mengoptimalkan peran BEST PLANTER INDONESIA (BPI) dalam menyiapkan SDM melalui pelatihan ini, keberadaan BPI sangat penting dalam rangka meningkatkan keberhasilan program pelatihan SDM di propinsi Riau. Dalam kesempatan tersebut Ismane juga menyampaikan bahwa fokus pemerintah khususnya Presiden Prabowo adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan energi. Sedangkan untuk kemandirian energi salah satunya adalah peningkatan program B50 menjadi B100.

Kadisbun Propinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si menyampaikan bahwa BPI adalah salah satu penyelenggara pelatihan SDM sawit yang direkomendasikan oleh dinas-dinas Kabupaten dan Propinsi. Menurut Syahrial 51% penduduk Riau terafiliasi dengan sektor sawit, oleh karenanya menjadi wajar jika Riau mendapat pelatihan sawit yang tujuannya antara lain adalah untuk meningkatkan kapasitas pekebun sawit, demikian Syahrial menutup sambutannya. Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis Mohammad Azmir, S.Hut, T. M.Sc juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPDP yang menjadi sponsor utama pelatihan SDM ini dan berharap agar peserta mendapat narasumber yang berpengalaman dan bisa mendeliver materi-materi kepada seluruh peserta dengan baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini