Produk Hilir Sawit Ramaikan IFBC Expo 2025 Surabaya, BPDP Dorong UMKM Naik Kelas

0

 

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menampilkan beragam produk hilir sawit dalam ajang Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2025 yang berlangsung pada 12–14 September di Grandcity Exhibition Hall, Surabaya. Dari pangan hingga kerajinan UMKM, sawit dipamerkan sebagai komoditas serbaguna yang tidak hanya menopang perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan.

Partisipasi BPDP di IFBC 2025 menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi produk turunan sawit dan mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis komoditas unggulan nasional. Lewat booth khusus, pengunjung dapat melihat langsung produk hilir berbasis sawit yang semakin beragam. Tidak hanya minyak goreng atau biodiesel, tetapi juga inovasi UMKM seperti kerajinan lidi sawit yang diolah menjadi kotak tisu, sandal, hiasan rumah tangga, hingga lilin ramah lingkungan.

Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, menegaskan bahwa expo ini menjadi momentum untuk memperlihatkan potensi sawit dalam menghadirkan nilai tambah. “Kami ingin masyarakat lebih mengenal produk-produk sawit yang berkualitas sekaligus membuka peluang investasi dan franchise. Expo ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kewirausahaan dan industri kreatif demi mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.

Menurut Helmi, BPDP konsisten mengawal pemberdayaan UMKM sawit melalui berbagai program. Mulai dari riset dan pengembangan produk turunan, inkubasi bisnis, pelatihan dan workshop, hingga promosi melalui jejaring pameran nasional maupun internasional. Upaya itu diharapkan membuat UMKM sawit lebih inovatif sekaligus siap bersaing di pasar domestik dan global. “Produk seperti minyak merah sawit, sabun, hand sanitizer, dan aneka kerajinan lidi sawit memiliki peluang besar untuk menembus pasar lebih luas,” tambahnya.

IFBC 2025 Surabaya sendiri mengusung tema “Energizing Entrepreneurship” dengan menghadirkan ratusan peluang usaha potensial, mulai dari waralaba, kemitraan, keagenan, hingga distribusi. Kehadiran BPDP memperkaya warna pameran dengan menyoroti potensi sawit sebagai basis usaha baru yang inklusif.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dukungan juga datang dari Kementerian Perdagangan, DJKI Kementerian Hukum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, serta berbagai komunitas wirausaha, di antaranya IWAPI Jawa Timur, HIPMI Surabaya, dan Rumah BUMN Surabaya.

Bagi Jawa Timur sendiri, sawit menjadi peluang pengembangan baru dalam ekosistem UMKM. Selama ini, sektor sawit kerap diasosiasikan dengan perkebunan skala besar di Sumatra atau Kalimantan. Melalui ajang seperti IFBC, BPDP ingin menunjukkan bahwa produk turunan sawit dapat diakses dan dikembangkan oleh pelaku usaha kecil-menengah di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur yang dikenal dinamis dalam ekosistem kewirausahaan.

Kehadiran produk hilir sawit juga menjadi bagian dari strategi memperkuat industri berkelanjutan. Dengan pengolahan yang tepat, sawit tidak hanya menghasilkan energi baru terbarukan seperti biodiesel, tetapi juga bisa masuk ke sektor gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang coba diperlihatkan BPDP di Surabaya, bagaimana sawit mampu bertransformasi menjadi bagian dari franchise modern, bisnis kemitraan, hingga peluang ekspor.

Bagi para pengunjung, booth BPDP menjadi salah satu yang ramai disinggahi. Banyak yang tertarik melihat langsung produk UMKM berbasis sawit yang unik dan praktis. Tidak sedikit pula calon investor dan pebisnis yang membuka diskusi peluang kerja sama. Hal ini memperlihatkan bahwa pameran bukan sekadar etalase, melainkan pintu masuk untuk memperkuat jaringan dan memperluas pasar.

Dengan partisipasi aktif di IFBC Expo 2025, BPDP tidak hanya memperkenalkan potensi sawit sebagai komoditas unggulan, tetapi juga meneguhkan peran sawit dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Harapannya, franchise dan kemitraan berbasis sawit akan melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing UMKM, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini