Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meninjau pembangunan Pelabuhan Umum Tonra di Desa Bone Pute, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Kamis (19/3), yang diproyeksikan menjadi penggerak baru logistik pertanian sekaligus memangkas biaya distribusi petani.
Pelabuhan dengan nilai investasi Rp1,7 triliun tersebut diharapkan menjadi solusi atas berbagai kendala distribusi yang selama ini dihadapi petani, terutama tingginya biaya logistik dan terbatasnya akses pasar.
“Pelabuhan ini bukan hanya infrastruktur biasa, tapi menjadi kunci mempercepat mobilisasi logistik pertanian. Kalau distribusi lebih cepat dan efisien, produk petani kita bisa lebih bersaing, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor,” ujar Amran.
Proyek yang dibangun oleh PT AAS Gemilang Mandiri ini dirancang sebagai pusat logistik modern yang melayani pelabuhan umum dan peti kemas, serta mendukung pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bone dan sekitarnya.
Menurut Amran, pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem logistik nasional, yang pada akhirnya berdampak langsung pada ketahanan pangan.
“Kalau logistik kuat, distribusi lancar, maka ketahanan pangan juga semakin kokoh. Ini penting supaya petani kita mendapat nilai tambah yang lebih baik,” jelasnya.
Selain memperlancar distribusi, kehadiran Pelabuhan Tonra juga diproyeksikan membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pada kesempatan tersebut, Amran juga mendengarkan paparan terkait progres proyek dan rencana pengembangan kawasan pelabuhan ke depan. Pemerintah berharap proyek ini dapat rampung tepat waktu dan segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Reporter: Supianto





























