Astra Agro Lestari Perkuat Produktivitas Sawit, Jawab Tantangan Defisit Minyak Nabati Dunia

0

Astra Agro Lestari menegaskan komitmennya dalam memperkuat produktivitas sawit sebagai respons atas meningkatnya tekanan terhadap ketahanan pangan global.

Hal ini disampaikan dalam acara Business Forum 1: Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5).

Forum yang mengusung tema “Transformasi Pangan Nasional: Hilirisasi, Teknologi, dan Investasi” tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan strategis dari pemerintah, industri, hingga sektor keuangan untuk membahas masa depan ketahanan pangan nasional.

Dalam sesi panel, Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari, menyoroti tren global di mana pertumbuhan konsumsi minyak nabati melampaui produksi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan defisit signifikan di masa depan jika tidak diantisipasi dengan strategi yang tepat.

“Permintaan global terus meningkat, sementara ekspansi lahan semakin terbatas karena faktor keberlanjutan. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan pendekatan yang lebih produktif,” ujar Bandung Sahari.

Ia menekankan bahwa sebagai salah satu produsen utama minyak sawit dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pasokan global. Oleh karena itu, pelaku industri, termasuk Astra Agro Lestari, harus memastikan produksi tetap terjaga melalui strategi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan yang paling relevan saat ini adalah intensifikasi, yaitu meningkatkan produktivitas dari lahan yang sudah ada tanpa membuka lahan baru.

“Fokusnya adalah bagaimana kita meningkatkan yield per hektare. Salah satu kuncinya ada pada pemilihan varietas unggul,” jelasnya.

Bandung Sahari menambahkan bahwa varietas unggul tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga harus memiliki ketahanan terhadap berbagai faktor pembatas di lapangan.

“Kita harus siap dengan ketahanan tanaman, misalnya terhadap ganoderma, karena ini merupakan salah satu faktor pembatas dalam produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas melalui inovasi dan teknologi menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan global tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

“Ke depan, pemenuhan kebutuhan minyak nabati dunia sangat bergantung pada kemampuan kita meningkatkan produksi dari lahan yang ada. Itu yang harus kita jaga bersama,” kata Bandung Sahari.

Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional agar lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini