
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan harapannya agar Bulog ke depan tidak hanya menjadi penyalur logistik nasional, tetapi juga berkembang sebagai orkestrator logistik nasional hingga orkestrator logistik internasional.
Hal itu disampaikan pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Perum Bulog di Kantor Pusat Gedung Bulog Jl. Gatot Subroto No.Kav. 49, RT.5/RW.4, Kuningan Tim, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Senin (11/5).
Menurutnya, transformasi tersebut menjadi bagian dari visi besar Bulog untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik pangan Indonesia di tingkat global.
“Harapan kami ke depan sesuai dengan visi Bulog yaitu Bulog bukan hanya sebagai peserta penyalur logistik nasional, namun sebagai kelak ke depan sebagai orkestrator logistik nasional maupun orkestrator logistik internasional,” ujarnya.
Ia mengatakan, Bulog juga berhasil mencatat capaian positif dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Hingga 11 Mei 2026, stok beras Bulog telah mencapai 5,3 juta ton atau melampaui capaian puncak tahun sebelumnya sebesar 4,2 juta ton.
Rizal menambahkan, stok ini merupakan capaian terbesar Bulog selama hampir enam dekade berdiri. Capaian ini berkat kolaborasi dari petani, penggilingan padi, pemerintah daerah, hingga aparat TNI dan Polri.
“Mulai dari bapak-bapak para petani, pahlawan bangsa, kemudian para produsen khususnya para penggilingan-penggilingan ataupun makloon-makloon kita, kemudian teman-teman Bulog, teman-teman PPL, teman-teman TNI, Polri, bahwa memang sekarang itu betul-betul nyata kondisi Bulog itu gudangnya penuh semua dan sudah swasembada pangan,” katanya.
Tidak hanya itu, Rizal juga menyampaikan, Bulog selalu konsisten memberikan pelayanan yang terbaik untuk para petani dan juga para konsumen.
Ia menyebut pembelian harga gabah petani dilakukan seusai dengan Inpres Presiden yaitu Rp 6.500 per kilogram. Kemudian, Harga eceran tertinggi (HET) beras medium disebut berada di level Rp 12.500 per kg dan beras premium Rp 14.900 per kilogram.
“Jadi Bulog juga menjaga stabilisasi harga, baik mulai pembelian harga gabah di sawah, yaitu sesuai dengan Inpres Presiden yaitu Rp6.500 per kg, kemudian penjualan juga sesuai dengan HET yang mana beras medium adalah Rp12.500 dan beras premium adalah Rp14.900, kilogram,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan HUT ini diawali dengan seremoni pemotongan pita Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai tanda dibukanya BULOG Anniversary Festival 59.
Dalam kegiatan tersebut, Bulog menggelar Gerakan Pasar Murah dan Bazaar Rakyat yang menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan stand UMKM, donor darah, demo masak, serta program tebus murah dengan potongan harga mencapai 30 hingga 40 persen di bawah HET.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, BULOG juga menyerahkan 1.000 paket sembako kepada berbagai penerima manfaat, di antaranya anak yatim, personel Kepolisian Brimob Kwitang, TNI AL Marinir, TNI AD Kopassus, TNI AU Kopasgat, masyarakat sekitar wilayah kelurahan, petugas sopir, petugas keamanan kantor pusat, petugas kebersihan hingga para mekanik.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog bersama jajaran Direksi dan tamu undangan sebagai wujud nyata kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat dan para mitra pendukung operasional Bulog.
Reporter: Supianto





























