Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengirim 200 unit pompa ke sejumlah wilayah untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran meluas dan berdampak pada lahan pertanian serta perkebunan.
Pengiriman pompa tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta Amran segera mengirimkan bantuan untuk mendukung pemadaman karhutla.
“Bapak Presiden menelepon kami untuk mengirim pompa. Malam magrib kami ditelepon beliau, besoknya pompanya sudah dikirim,” kata Mentan Amran saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (27/8).
Sebanyak 50 unit pompa dikirim ke masing-masing wilayah, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Total terdapat 200 unit pompa yang dikirim ke empat provinsi tersebut.
Mentan Amran menjelaskan pompa tersebut difungsikan untuk membantu pemadaman. Setelah penanganan karhutla selesai, pompa juga dapat dimanfaatkan petani dan pekebun untuk kebutuhan irigasi.
“Dan juga bisa difungsikan itu nanti setelah Insyaallah untuk pemadaman, itu bisa difungsikan juga pekebun dan petani untuk irigasi,” ujarnya.
Sementara itu, terkait adanya lahan pertanian atau perkebunan yang terdampak karhutla, Mentan Amran menyebut hingga saat ini belum menerima laporan. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Sampai sekarang belum ada laporan. Tapi nanti kami cek,” ujar Mentan Amran.
SebelumnyaPresidenPrabowo menyampaikan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menambah 17 pesawat water bombing. Penguatan armada udara tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan pemadaman kebakaran di wilayah terdampak.
Selain armada udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga telah tiba untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Pemerintah turut mengirimkan 200 pompa beserta pipa sebagai bagian dari upaya pemadaman kebakaran bawah tanah di lahan gambut.
Dalam pertemuan yang sama, Presiden juga membahas kelanjutan rekonstruksi serta penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT. Pemerintah terus memastikan dukungan yang telah diperintahkan dapat menjangkau wilayah terdampak dan mendukung proses pemulihan masyarakat.
Presiden turut menyampaikan apresiasi atas gerak cepat personel TNI dan Polri yang terlibat dalam berbagai operasi penanganan di lapangan, baik dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan, penanganan dampak gempa di NTT, maupun berbagai tugas pelayanan masyarakat di wilayah lainnya.
Pemerintah terus memastikan penanganan bencana, perlindungan masyarakat, serta proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan secara cepat dan efektif.






























