Bungaran Saragih Dorong Sistem Agroindustri Nasional untuk Indonesia 2045

0
Bungaran Saragih
Bungaran Saragih memaparkan gagasan sistem agroindustri nasional untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia menuju 2045 dalam peluncuran bukunya di Sekolah Bisnis IPB University, Bogor, Kamis (15/10).

Indonesia memiliki kekayaan alam, keanekaragaman hayati, wilayah tropis, dan sumber daya manusia yang besar. Namun, berbagai keunggulan tersebut belum sepenuhnya mampu diubah menjadi produktivitas, penguasaan teknologi, dan kemakmuran yang merata.

Persoalan tersebut disoroti Bungaran Saragih saat memaparkan bukunya, Indonesia 2045: Sistem Agroindustri Nasional untuk Negara Tropis Kepulauan, di Sekolah Bisnis IPB University, Bogor, Kamis (15/10).

Menurut Bungaran, persoalan utama pembangunan Indonesia bukan semata-mata kekurangan modal atau sumber daya, melainkan belum optimalnya pengorganisasian berbagai potensi yang dimiliki. Sumber daya alam, manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, pasar, serta pemerintah pusat dan daerah masih kerap berjalan sendiri-sendiri.

“Kita menyebut diri sebagai negara agraris, negara maritim, negara megabiodiversitas, dan pasar besar. Semua itu benar. Namun potensi tidak sama dengan kemampuan,” kata Bungaran.

Dia menilai, peningkatan produksi dan investasi tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya alam dapat terus diekspor tanpa diikuti penguasaan teknologi, sementara pertumbuhan ekonomi belum tentu memperbaiki posisi petani dan pemerataan nilai tambah.

Bungaran mengusulkan agar agroindustri dipandang sebagai sistem ekonomi yang menghubungkan seluruh rantai usaha, bukan sekadar kegiatan budidaya pertanian.

Sistem agribisnis mencakup industri benih, pupuk, pakan, alat dan mesin pertanian, pengolahan hasil, perdagangan, transportasi, pembiayaan, riset, hingga teknologi digital.

“Pangan dan biomassa menggerakkan industri benih, pupuk, pakan, alat dan mesin, budidaya, pengolahan, perdagangan, transportasi, pembiayaan, riset, teknologi, jasa digital, hingga konsumsi,” ujarnya.

Karena itu, produksi perlu terhubung dengan industri pengolahan, pembiayaan, dan pasar agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Pendekatan ini juga perlu mengintegrasikan pertanian, perikanan, kehutanan, dan kelautan sesuai karakteristik Indonesia sebagai negara tropis kepulauan.

Bungaran turut menyoroti logistik sebagai tantangan penting, mulai dari pelabuhan, pergudangan, rantai dingin, hingga distribusi antarpulau. Menurut dia, logistik harus menjadi bagian dari strategi pembangunan sejak awal, bukan sekadar urusan setelah produksi.

Pembiayaan dan kelembagaan juga perlu diperkuat. Selain mendekatkan riset dengan kebutuhan petani dan nelayan, pembangunan perlu menghubungkan pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga penelitian dalam satu ekosistem.

Bungaran menilai, kekayaan alam dan kondisi geografis Indonesia merupakan modal awal yang perlu dikembangkan menjadi keunggulan yang lebih kuat. Karena itu, Indonesia perlu bergerak dari keunggulan komparatif menuju transformative advantage atau keunggulan yang dibangun melalui peningkatan kemampuan secara berkelanjutan.

“Setiap kegiatan ekonomi perlu meninggalkan kemampuan yang lebih besar pada daripada sebelumnya. Produksi harus memperbaiki produktivitas biologis. Produktivitas harus menghasilkan nilai tambah. Nilai tambah harus membangun manusia, teknologi, organisasi, dan jaringan,” ujar Bungaran.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari produksi, investasi, dan ekspor. Peningkatan kapasitas petani dan nelayan, penguasaan teknologi dalam negeri, pemerataan nilai tambah, serta keberlanjutan lingkungan juga perlu menjadi ukuran.

Bungaran juga mendorong IPB University menguji gagasan sistem agroindustri nasional melalui riset dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, koperasi, serta masyarakat. Salah satu usulnya ialah membangun laboratorium transformasi untuk menguji solusi atas persoalan nyata dan mengembangkan pendekatan yang dapat diterapkan di wilayah lain.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini