
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia tidak mengimpor beras medium. Dia menyebut beras medium yang masuk secara ilegal merupakan hasil penyelundupan dan pelakunya telah ditangkap.
Pernyataan itu disampaikan Amran setelah memimpin rapat koordinasi stabilisasi ketersediaan jagung pakan bagi peternak ayam petelur di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).
“Tahu? Tidak ada impor beras medium. Yang ada selundupan dan sudah ditangkap di Batam. Berani sekali masuk lewat Tanjung Priok,” kata Amran.
Amran menegaskan, Indonesia telah mencapai swasembada beras dan tidak melakukan impor beras selama dua tahun terakhir karena stok di dalam negeri melimpah.
“Kami sampaikan bahwasanya pangan kita, khususnya beras yang menjadi pangan strategis, dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu kita tidak impor, tahun ini juga tidak impor. Insyaallah stok kita aman,” ujar Amran.
Tokoh asal Sulawesi Selatan itu justru mengatakan, pemerintah sedang membuka peluang ekspor beras sebanyak 500.000 ton. Dia menyebut sudah ada pihak yang menghubunginya, tetapi surat resmi permintaan tersebut belum diterima.
“Ya, mestinya tanya lagi kapan ekspor lagi. Itu dong sebagai anak bangsa. Hah? Ada sudah menelepon saya tapi suratnya belum tiba, minta lagi 500.000 ton,” ujarnya.Â
Mentan Amran masih enggan mengungkapkan pihak yang mengajukan permintaan maupun negara tujuan ekspor tersebut. Dia mengatakan, pemerintah akan memberikan informasi lebih lanjut setelah surat resmi diterima.
Sebagai informasi, berdasarkan data Perum BULOG, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai pemerintah saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Jumlah tersebut melampaui target penugasan pemerintah kepada perusahaan pelat merah tersebut.

























