GAPKI Perkuat Penanganan Karhutla, Dorong Perusahaan Sawit Terus Bersinergi

0

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak luas bagi masyarakat. Selain merusak lingkungan, kabut asap mengganggu kesehatan, membatasi aktivitas sehari-hari, serta menghambat kegiatan ekonomi.

“Kami prihatin melihat masyarakat harus menghadapi gangguan kesehatan dan aktivitas akibat kabut asap karhutla,” ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono. “Kami mendorong anggota-anggota GAPKI di seluruh daerah membantu penanganan karhutla,” lanjutnya.

Sebagai mitra pemerintah, GAPKI mendorong perusahaan anggota untuk membantu pemadaman dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Kontribusi tersebut mencakup pengerahan personel, mobil pemadam, alat berat, helikopter water bombing, hingga penyediaan masker dan layanan kesehatan.

Dukungan GAPKI juga menjadi bagian dari penanganan karhutla bersama pemerintah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Upaya tersebut difokuskan pada kawasan strategis penopang Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).

“Untuk di Palangkaraya, kita mengerahkan 175 regu pemadaman kebakaran yang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, APHI, dan GAPKI, serta mendapat dukungan penuh dari Kodam dan Polda,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau lapangan di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Di Kalimantan Tengah, perusahaan anggota GAPKI mendukung patroli udara serta pemadaman menggunakan helikopter water bombing, termasuk di Kotawaringin Timur. Salah satu grup perusahaan anggota juga mengerahkan 1.000 personel, 16 mobil pemadam, dan satu helikopter pada 7 Oktober 2026.

Perusahaan anggota turut mengerahkan ekskavator untuk membuat sekat bakar dan sumur bor, menyediakan peralatan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA), serta membuka posko kesehatan. Sepanjang 21 Agustus–3 Oktober 2026, GAPKI Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp196,2 juta, mencakup dua regu pemadam, peralatan pemadaman, serta masker, susu, dan vitamin.

Di Kalimantan Selatan, GAPKI mengerahkan 15 tim perusahaan untuk mendukung pemadaman dan pembasahan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, pada 11 Oktober 2026. Setiap perusahaan mendapat pembagian blok kerja sekitar 30 hektare.

GAPKI Kalsel juga menyalurkan 20.000 masker bagi masyarakat terdampak asap. Sebanyak 17.500 masker disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD, sedangkan 2.500 lainnya dibagikan langsung kepada warga.

Sementara itu, GAPKI Sumatera Selatan menyerahkan mesin pompa kepada pemerintah provinsi melalui BPBD. Bersama Dinas Perkebunan setempat, GAPKI turut mendukung empat posko kesehatan di Palembang dengan 10.000 masker, 20.000 tablet vitamin, 1.600 bungkus mi instan, dan 2.000 gelas air mineral.

Di Kalimantan Barat, GAPKI menyalurkan susu, air mineral, dan buah-buahan kepada petugas serta relawan pemadam di Kubu Raya. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan petugas selama menangani kebakaran di lapangan.

Rangkaian aksi tersebut didahului langkah antisipasi sejak sebelum puncak musim kemarau. Pada Maret 2026, GAPKI telah menerbitkan surat edaran yang meminta anggota memperkuat pengendalian kebakaran, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascakebakaran.

Arahan berikutnya mencakup pengecekan kesiapan personel dan peralatan, peningkatan patroli, pemeriksaan titik panas, serta pemetaan sumber air. Perusahaan di lahan gambut juga diminta memantau tinggi muka air tanah dan memelihara infrastruktur pembasahan.

GAPKI juga menekankan pentingnya penelusuran sumber api agar penentuan pihak yang bertanggung jawab didasarkan pada bukti, bukan semata-mata keberadaan titik panas di dalam konsesi.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini