
Kementerian Agama Kabupaten Bireuen melalui Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar Gerakan 1.000 Pohon Wakaf Produktif. Kali ini, pohon sawit menjadi tanaman pilihan sebagai bentuk wakaf yang bernilai ekonomi jangka panjang.
Acara yang dipusatkan di Gampong Peuneulet, Kecamatan Simpang Mamplam, pada Rabu, 3 September 2025 ini diawali dengan penanaman secara simbolis oleh jajaran Kemenag Bireuen bersama IPARI, lalu dilanjutkan dengan penanaman pohon secara menyeluruh di lokasi yang telah ditentukan.
Program ini menjadi wujud nyata penerapan konsep ekoteologi Kemenag, yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Bireuen, H Zulkifli menegaskan, wakaf produktif merupakan langkah penting dalam memperluas peran wakaf. Tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Melalui IPARI Bireuen, Gerakan 1.000 Pohon Wakaf Produktif ini kita jalankan agar wakaf benar-benar memberi dampak nyata. Insyaallah pohon yang ditanam ini menjadi amal jariyah bagi para wakif sekaligus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar ujarnya.
Sejalan dengan itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H Zulfan turut menekankan bahwa gerakan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya wakaf produktif.
“Wakaf produktif adalah salah satu instrumen penting dalam pemberdayaan umat. Melalui gerakan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, pada tahun 2024 Kemenag Bireuen juga telah melaksanakan gerakan serupa dengan melakukan penanaman 2.000 pohon di tanah wakaf produktif, yang kini mulai menunjukkan hasil positif bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua IPARI Bireuen, Muzakir menjelaskan bahwa penanaman kali ini berupa pohon sawit, yang bersumber dari wakaf para penyuluh agama serta masyarakat Bireuen.
“Program ini kita laksanakan melalui IPARI, berupa penanaman pohon sawit hasil wakaf dari penyuluh dan masyarakat. Harapannya, hasilnya nanti bisa memberi manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Camat Simpang Mamplam, Hendry Maulana, yang turut hadir berharap pohon yang sudah diwakafkan dapat dirawat dengan baik.
“Semoga pohon wakaf yang sudah diwakafkan ini dapat dirawat dengan baik, agar mendapat aliran pahala kepada perwakif,” harap Camat Simpang Mamplam.
Program ini disambut baik oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk penguatan wakaf produktif, sekaligus bukti nyata ekoteologi Kemenag yang menghadirkan manfaat luas bagi umat di Bireuen.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasubbag TU, Iskandar SHI, para Kasi, para penyuluh agama Islam, Nazir serta perangkat gampong setempat, yang ikut mendukung langsung program wakaf produktif ini.





























