
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per Kamis (23/4) pukul 08.55 WIB mencapai sekitar 5.000.198 ton. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Mentan Amran mengumumkan stok beras tersebut saat mengecek langsung Gudang Bulog bersama para pengamat dan awak media di JDP Karawang1 LogisticPark, Kamis (23/4).
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan hanya hasil kerja Kementerian Pertanian (Kementan), melainkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Perum Bulog, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga kalangan wartawan dan pengamat.
“Hari ini kita umumkan beras 5.198 ton. Itu berkat kerja keras kita semua. Kita berada di gudang ini, gudang ini disewa,” ujarnya.
Tokoh dari Sulawesi Selatan itu menjelaskan, melimpahnya stok beras pemerintah membuat Perum Bulog harus menyewa gudang dari pihak swasta dengan kapasitas 2 juta ton.
Adapun secara keseluruhan total kapasitas gudang Bulog di seluruh Indonesia mencapai 3 juta ton.
“Kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, sekarang sudah kita sewa 2 juta ton dan sekarang sudah penuh. Tinggal 800 dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya,” ujarnya.
Nah, untuk JDP Karawang1 LogisticPark gudang yang disewa Bulog kapasitasnya mencapai 102.000 ton. Saat ini sudah terisi mencapai 80 ribu ton.
Beras-beras yang ada di gudang tersebut berasal dari hasil panen petani yang ada di Karawang.
Sebagai bentuk transparansi, Mentan Amran mempersilakan masyarakat secara umum untuk datang ke gudang-gudang Bulog untuk melihat langsung cadangan beras pemerintah yang diumumkan hari ini.
“Tidak mungkin berani Dirut Bulog, Direksi Bulog mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton. Kenapa? Itu konsekuensinya hukum,” pungkasnya.
Menurut Mentan Amran, nilai beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar Rp55 hingga Rp60 triliun, sehingga akuntabilitas menjadi hal yang mutlak. Bahkan, pemerintah kembali menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk memperkuat cadangan tersebut.
Lebih jauh, capaian ini juga berdampak strategis terhadap posisi Indonesia di tingkat global. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Indonesia mengimpor hingga 7 juta ton pada 2023–2024, Indonesia kini berbalik arah dengan cadangan yang justru mencapai rekor tertinggi.
“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimistis.
Mentan Amran menegaskan bahwa tingginya cadangan beras nasional saat ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan global.
“Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan juga pada dunia. Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia,” pungkasnya.





























