
Sejumlah ritel modern berkomitmen menyerap 110.000 ton beras dari Perum Bulog dalam satu bulan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani mengatakan, penyerapan tersebut terdiri atas beras premium dan medium yang akan dijual melalui ritel modern.
Direktur Utama Perum, Bulog Ahmad Rizal Ramadhani mengatakan, dari total 110.000 ton tersebut, sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium, sedangkan 35.000 ton lainnya merupakan beras medium.
Rizal menjelaskan, Bulog telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah ritel modern terkait penyerapan beras tersebut. Ritel yang terlibat di antaranya PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya Inti, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Alfaria Trijaya, hingga PT Hero Retail Nusantara, termasuk jaringan Alfamart dan Indomaret.
“Retail modern ini kita sudah rapat koordinasi dan mereka sanggup menyerap 110.000 ton dalam satu bulan tersebut. 75.000 ton premium, 35.000 ton medium,” kata Rizal saat melakukan sidak di Pasar Jatinegara yang kemudian dilanjutkan ke Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (5/9).
Rincian Penyerapan Beras per Perusahaan
Berdasarkan data komitmen penyerapan beras bulanan dari Bulog, PT Hero Retail Nusantara menjadi penyerap terbesar dengan komitmen total 33.000 ton (25.000 ton premium dan 8.000 ton medium). Posisi kedua ditempati oleh PT Sumber Alfaria Trijaya dengan total 25.000 ton (15.000 ton premium dan 10.000 ton medium).
Berikut adalah rincian lengkap komitmen penyerapan Beras Kita per bulan oleh 10 perusahaan ritel modern:
- PT Hero Retail Nusantara: 33.000 ton (25.000 ton premium, 8.000 ton medium)
- PT Sumber Alfaria Trijaya: 25.000 ton (15.000 ton premium, 10.000 ton medium)
- PT Indomarco Prismatama: 16.000 ton (10.000 ton premium, 6.000 ton medium)
- PT Swalayan Sukses Abadi: 15.000 ton (10.000 ton premium, 5.000 ton medium)
- PT Inti Cakrawala Citra: 9.500 ton (6.000 ton premium, 3.500 ton medium)
- PT Megah Daya Inti: 4.000 ton (3.000 ton premium, 1.000 ton medium)
- PT Matahari Putra Prima: 2.000 ton (1.000 ton premium, 1.000 ton medium)
- PT Lion Super Indo: 1.750 ton (1.500 ton premium, 250 ton medium)
- PT Midi Utama Indonesia: 1.350 ton (1.100 ton premium, 250 ton medium)
- PT Tip Top Supermarket: 500 ton (300 ton premium, 200 ton medium)
Dari komitmen 10 perusahaan ritel tersebut, tercatat total penyerapan mencapai 108.100 ton per bulan, yang terdiri dari 72.900 ton Beras Kita Premium dan 35.200 ton Beras Kita Medium.
Menurut Rizal, penyaluran beras tersebut akan dilakukan melalui pasar SP2KP dan ritel modern di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras berkualitas dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ini akan digelontorkan secepatnya ke seluruh pasar-pasar SP2KP maupun ritel-ritel modern tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET,” ujarnya.
Rizal juga mengajak pihak swasta ikut mendukung upaya pemerintah dalam menjaga harga pangan agar tetap wajar bagi masyarakat.
“Harapannya bukan hanya pemerintah tapi juga pihak-pihak swasta juga mendukung program ini sehingga masyarakat mampu membeli harga dengan yang wajar demikian,” katanya.





























