Warehouse Hilirisasi Perkebunan Jadi Magnet Pengunjung di Hari Kedua PENAS XVII Gorontalo

0
Warehouse Hilirisasi Perkebunan
Warehouse Hilirisasi Perkebunan Jadi Magnet Pengunjung di Hari Kedua PENAS XVII Gorontalo.

Memasuki hari kedua penyelenggaraan Pekan Nasional Petani Nelayan atau PENAS XVII Tahun 2026, antusiasme pengunjung terlihat semakin tinggi. Berbagai kegiatan digelar di sejumlah lokasi, mulai dari Temu Teknologi, Temu Karya, hingga pameran produk pertanian yang diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Salah satu lokasi yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah kawasan Gelar Teknologi (Geltek). Sejak pagi hari, lokasi tersebut dipadati oleh masyarakat, peserta kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan, petani, penyuluh, mahasiswa, hingga pelaku usaha pertanian dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Di antara berbagai stan yang ditampilkan, Warehouse Hilirisasi Perkebunan menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi. Sejak dibuka pukul 08.00 WITA, para pengunjung tampak tidak sabar untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan teknologi yang dipamerkan.

Perhatian pengunjung banyak tertuju pada teknologi Bioreaktor yang ditampilkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, bersama Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Teknologi tersebut menawarkan solusi energi alternatif di tengah meningkatnya harga bahan bakar energi, dengan memanfaatkan minyak sawit mentah atau CPO sebagai bahan baku untuk menghasilkan biosolar B100.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan energi terbarukan nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Selain memperkenalkan teknologi produksi biosolar B100, pengunjung juga mendapatkan informasi mengenai pengembangan biodiesel B35 hingga B50, pengurangan impor bahan bakar minyak, pengembangan energi hijau nasional, serta pemanfaatan biomassa berbasis limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah seperti biogas dan biopelet.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas dan tenaga teknis yang berjaga di lokasi. Pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari petani, mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, hingga pemangku kebijakan, aktif berdiskusi mengenai peluang penerapan teknologi tersebut di daerah masing-masing.

Suasana interaktif dan edukatif yang tercipta di Warehouse Hilirisasi Perkebunan menunjukkan bahwa transformasi sektor perkebunan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk yang mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Melalui penyelenggaraan PENAS XVII, berbagai inovasi teknologi pertanian dan perkebunan diharapkan semakin dikenal dan dapat diadopsi oleh masyarakat luas, sehingga mampu mempercepat terwujudnya pertanian modern, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini