
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan, animo petani untuk menebus pupuk subsidi mengalami peningkatan signifikan sebesar 20 persen pada bulan ini.
Amran menjelaskan, kenaikan penebusan pupuk tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen guna memperkuat produksi pangan nasional.
“Yang menarik adalah, banyak menebus pupuk. Naik 20 persen, ya, 20 persen tebus pupuk bulan ini,” ujar Amran saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu kios pupuk di Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11).
Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menilai bahwa kenaikan ini merupakan tanda positif meningkatnya semangat petani dalam mempersiapkan musim tanam.
Dia optimistis, peningkatan animo tersebut akan berdampak pada peningkatan produksi pangan nasional di musim tanam mendatang.
“Ini fenomena yang menarik. Insyaallah produksi nanti meningkat seluruh komoditas yang kita subsidi. Pangan khususnya itu produksinya pasti meningkat,” ujar Amran.
Amran juga mengungkap, penurunan harga pupuk subsidi tersebut juga berdampak nyata terhadap peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah.
“Begitu kami umumkan, langsung meningkat LTT-nya. Ini pertanda bagus,” tambah dia.
Di tempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk subsidi aman hingga akhir tahun, bahkan sudah disiapkan untuk musim tanam berikutnya.
“Insyaallah, produksi kita aman sampai dengan akhir tahun. Bahkan kita sudah siapkan sampai MT tahun depan. Jadi, insyaallah aman,” imbuh dia.
Reporter: Supianto




























