
Sebelumnya, seluruh sarana diesel KAI telah menggunakan bahan bakar B35 yang terbukti menurunkan emisi gas buang dan meningkatkan efisiensi mesin. Kini, dengan uji coba B40, KAI melangkah lebih jauh untuk memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission 2060.
Program ini tidak hanya membawa manfaat lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi industri energi hijau nasional.
Penggunaan biofuel berbasis sawit membantu memperluas pasar domestik, menciptakan nilai tambah bagi produk dalam negeri, dan memperkuat kemandirian energi nasional.
“Transformasi energi bersih di perkeretaapian adalah langkah strategis. Kami ingin menghadirkan transportasi publik yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta bangsa,” tutup Anne.
Melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan seperti ini, KAI terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini operasionalnya. Upaya ini menjadi bagian dari visi KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang andal, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.





























