Sekitar 12 gudang Perum BULOG mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama pada bagian dinding dan pintu. Untuk menjaga stok beras tetap aman, BULOG memindahkan sebagian beras dari gudang terdampak ke tenda bantuan BNPB dan TNI.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, kerusakan gudang paling parah terjadi terutama di wilayah Ruteng. Meski demikian, kondisi struktur utama bangunan masih baik dan kerusakan lebih banyak terjadi pada bagian dinding.
“Memang yang paling parah ini di Ruteng. Di Ruteng ini ada gudang-gudang kami yang mengalami kerusakan, yang mana kerusakan tersebut kalau kami lihat cukup sedang, tidak parah sekali tapi sedang saja karena strukturnya tidak rusak, yang rusak hanya dindingnya,” ujar Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (23/8).
Rizal menjelaskan, kerusakan terjadi karena guncangan gempa membuat tumpukan beras di dalam gudang bergeser dan mendorong dinding ke kanan dan kiri.
“Karena gudang kita ini sekarang penuh dengan beras-beras itu, begitu ada dampak gempa bumi, maka beras yang ada di stapel, tumpukan beras itu bergoyang. Nah, pada saat bergoyang mendorong ke kanan dan ke kiri dinding gudang,” katanya.
Menurut dia, bagian dinding gudang yang rusak menggunakan material seng. Meski mengalami kerusakan, struktur utama bangunan tidak mengalami keretakan.
Untuk menjaga beras tetap aman, BULOG memindahkan stok dari gudang yang terdampak ke tenda yang dipinjam dari BNPB dan TNI. Beras ditempatkan di atas palet untuk mencegah terkena air dan menjaga kualitasnya.
“Kita masukkan tenda pinjam tenda BNPB dan tenda-tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda tersebut namun kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya,” ujar Rizal.
BULOG juga telah mengirimkan Direktur Sumber Daya Manusia untuk segera melakukan perbaikan terhadap sekitar 12 gudang yang mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding dan pintu.
Rizal mengatakan, kerusakan gudang di Ruteng menyebabkan kapasitas penyimpanan berkurang. Karena itu, sebagian beras dipindahkan ke tenda, sementara stok yang ada di gudang dioptimalkan untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dan khusus yang di Ruteng kita maksimalkan kita optimalkan untuk segera didorong kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
BULOG terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI-Polri, dan pemerintah daerah untuk memastikan stok beras tetap aman serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak bencana berjalan sesuai kebutuhan.
Meskipun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, BULOG memastikan kondisi tersebut tidak menghambat upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di NTT.





























