Tinjau Pasar Kramat Jati, Dirut Bulog Temukan Harga Beras dan Minyakita Terkendali

0
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pemantauan harga di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/12).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kondisi harga pangan secara umum masih stabil. Dia menyebut pergerakan harga, terutama beras dan minyak goreng kemasan Minyakita, masih terkendali.

Hal tersebut disampaikan Rizal usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam pemantauan harga di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/12).

“Tadi kami mendampingi Pak Menko Pangan dan Menteri Perdagangan. Seperti disampaikan Pak Menko, kondisi harga-harga pangan secara umum stabil. Kenaikannya tidak signifikan. Rata-rata harganya relatif datar,” ujar Rizal.

Dia kemudian memaparkan kondisi harga beras di pasaran. Untuk komoditas beras, khusus beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harganya berada di kisaran Rp62.000 per lima kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp62.500.

Sementara itu, harga beras medium tercatat rata-rata Rp13.400 per kilogram, masih di bawah HET Rp13.500. Adapun beras premium dijual pada kisaran Rp14.800 hingga Rp14.900 per kilogram, sesuai dengan HET yang ditetapkan.

“Untuk beras relatif kondusif,” kata Rizal.

Selain beras, Rizal menyebut harga minyak goreng kemasan Minyakita juga masih sesuai ketentuan. Saat ini, Minyakita dijual di kisaran Rp15.700 per liter.

Meski demikian, dia mengakui terdapat sejumlah komoditas yang masih mengalami tekanan harga, terutama yang pasokannya bergantung dari luar daerah.

“Khusus cabai dan daging memang agak menonjol karena Jakarta tidak bisa bercocok tanam, sehingga pasokan harus dari luar,” jelas Rizal.

Dari sisi ketersediaan, Rizal menegaskan stok beras Bulog dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras nasional Bulog mencapai 3,35 juta ton, sementara stok khusus untuk wilayah DKI Jakarta sekitar 290 ribu ton.

“Warga Jakarta tidak perlu khawatir, stok beras masih sangat mencukupi,” tegas dia.

Rizal menambahkan, Bulog bersama pemerintah juga telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Papua, Lampung, dan Bandung. Hasil pemantauan menunjukkan harga pangan di daerah relatif stabil.

“Di pasar-pasar Bandung itu itu hampir tidak ada penonjolan sama sekali. Cuman yang di sini saja yang agak menonjol tadi ya itu khususnya adalah cabe yang masih harganya 50 ribu,” imbuh dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini