Paguyuban Astra Agro Manfaatkan Sosial Media Dalam Promosi UMKM

0

Program pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digagas oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui Astra untuk Indonesia kreatif bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan inovasi dalam berwirausaha. Tentunya juga sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat.

Program ini menyasar seluruh anak usaha Astra Agro yang tersebar di seluruh Indonesia, tak terkecuali di wilayah operasional Aceh, PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) menjadi salah satunya. Selain membina masyarakat sekitar untuk berwirausaha, ternyata paguyuban yang terdiri dari kelompok orang yang tinggal di perumahan kebun PT PLB juga ikut menjadi insan kreatif.

Ibu-ibu paguyuban PT PLB mendorong perekonomian masyarakat melalui strategi pengembangan kampung berbasis UMKM. Adapun usahanya bermacam-macam, seperti usaha berbagai keripik yang dihasilkan dari panen di kebun sendiri hingga penyewaan tenda alat-alat perlengkapan hajatan yang biasa digunakan oleh desa-desa sekitar.

Salah satu keunikan usaha paguyuban ini adalah dengan memanfaatkan teknologi digital dan sosial media sebagai sarana promosi dan pemesanan. “Disini kan masih jarang yang pesan-pesan via online, jadi bikin yang pembeli mudah, apalagi kita bisa antar jadi terjangkau,” ujar Rita Sembiring salah satu anggota paguyuban PT PLB.

Namun, perjalanan usaha UMKM paguyuban PT PLB tidak semudah membalik telapak tangan. Pada awal membuka usaha, sebelum menemukan ide pesan online mereka mengalami tantangan untuk memasarkan produknya. Bahkan untuk memperkenalkan produknya, Rita mengaku memberikan tester gratis kepada masyarakat dengan keliling warung di desa-desa sekitar.

“Sekarang syukurnya pemesanan sudah dari warung-warung untuk stok jajanan warung mereka, jadi mereka tinggal whatsapp aja ke kita, pesan berapa banyak kita buat dadakan, lalu antar,” ungkapnya.

Meskipun menurut Rita pendapatan dari usaha keripik ini bukan untuk nominal yang fantastis, namun sangat bersyukur karena mereka pun tidak mengeluarkan modal yang besar karena semua bahan baku keripik diambil langsung dari kebun di desa yang juga mereka yang tanam dan olah.

Senada dengan Rita, Catur Wibowo Assistant CSR PT PLB mengungkapkan, kegiatan usaha ini sebagai salah satu langkahnya untuk mendorong anggota dan masyarakat desanya untuk semangat berbisnis meski kecil-kecilan.

“Selain usaha dagang keripik, usaha sewa tenda paguyuban PT PLB juga sudah terkenal di beberapa desa, karena jarang penyewaan seperti ini, bahkan perusahaan-perusahaan besar kalau sewa ke paguyuban kita,” ungkapnya.

Langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat di paguyuban ini termasuk dalam komitmen perusahaan melalui Sustainability Aspirations, dalam public contributions.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini