1.080 Sapi Perah Impor Australia Lolos Karantina

0
Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan bahwa 1.080 sapi perah jenis Holstein Crossbreed dari Australia
Kepala Barantin, Sahat M Panggabean saat menyerahkan Sertifikat Karantina Pembebasan K-9.2 pada PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Feedlot PT Santosa Agrindo, Probolinggo, Jawa Timur (15/7).

Sebanyak 1.080 ekor sapi perah jenis Holstein Crossbreed dari Australia dinyatakan sehat setelah menjalani masa karantina selama 14 hari. Sapi-sapi tersebut telah menerima sertifikat pembebasan karantina dan selanjutnya dapat didistribusikan kepada para peternak mitra untuk dipelihara.

Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantin), Sahat M. Panggabean, saat menyerahkan Sertifikat Karantina Pembebasan K-9.2 kepada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di lokasi feedlot PT Santosa Agrindo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (15/7).

Sapi-sapi tersebut sebelumnya masuk ke Probolinggo, Jawa Timur pada tanggal 28 Juni 2025 melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo dan merupakan bagian dari Program Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

“Sebelumnya Barantin telah melakukan analisis risiko, pemeriksaan fisik, dan uji laboratorium untuk menjamin kesehatan seluruh sapi perah impor yang didatangkan ke Jawa Timur. Selama 14 hari, seluruh sapi perah berada di dalam Instalasi Karantina Hewan, dan pada hari ini dapat dilakukan pembebasan setelah dinyatakan sehat oleh Dokter Hewan Karantina,” ujar Sahat.

Menurut Sahat, Australia saat ini memiliki industri peternakan sapi potong dan sapi perah yang maju, serta status dan situasi penyakit hewan yang dapat dikendalikan dari potensi masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK). Sehingga, pemasukan sapi perah dari negara tersebut dapat dilakukan dengan lancar serta tetap menjamin kesehatan sapi perah yang diimpor sesuai protokol karantina hewan yang telah disepakati antara Barantin dengan Departmen Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia (DAFF).

Ia juga menyampaikan, sebagai komitmen dalam mendukung kelancaran pemasukan sapi perah sebagai bagian dari program pemerintah untuk menyediakan 1 juta ekor sapi perah dalam 5 tahun mendatang, mulai dari tahun 2025, Barantin telah melakukan kajian dan penilaian serta menerbitkan SK Badan Karantina Indonesia Nomor 2176 tahun 2025 yang menetapkan Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai tempat pemasukan sapi perah impor untuk daerah Probolinggo.

Sahat juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta guna mendorong percepatan program prioritas pemerintah. Barantin sendiri menurut Sahat, akan terus mendukung upaya pemenuhan serta swasembada pangan.

“Dengan ini, kami menyatakan bahwa seluruh sapi perah dalam kondisi sehat, bebas dari HPHK, dan layak diberikan pelepasan, sehingga aman untuk diserahkan kepada masyarakat dan diharapkan produktif dalam menghasilkan susu yang sehat dan bergizi,” pungkas Sahat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung dan berkolaborasi dengan investor maupun swasta dalam rangka pemenuhan kebutuhan baik susu maupun daging.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Tindakan Karantia dan Pengawasan, Cici Sri Sukarsih, Komisaris Utama PT. Japfa Comfeed, Syamsir Siregar,
serta Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Agung Suganda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini