Palembang, 30 Juli 2025 — Gerakan “Sawit Ramah Pekerja Perempuan” terus bergulir di sejumlah provinsi sentra kelapa sawit di Indonesia. Salah satu wujud nyata dari gerakan ini adalah penegakan kesetaraan gender dan perlindungan sosial bagi perempuan yang bekerja, khususnya di sektor informal.
Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Nasional Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Sumatera Selatan, menegaskan komitmen untuk memacu gerakan ini. “Kita terus memacu gerakan dan semangat Perempuan Setara di tempat kerja. Praktek baik yang sudah ada di sawit akan kita tularkan ke sektor bisnis lain,” ujarnya saat peluncuran program di Palembang, Rabu (30/7).
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Sumarjono memperkenalkan inisiatif baru berupa pencarian tokoh perempuan yang menjadi duta atau penggerak kesetaraan perempuan dalam bisnis. Gerakan ini diberi nama GEBIE (Gender Equity in Business Initiatives Enthusiast), sebuah wadah untuk menggalang dukungan dan menyuarakan pentingnya hak-hak perempuan di dunia kerja.
GEBIE Sumatera Selatan mengukuhkan dr. Ratu Tenny Leriva, seorang dokter muda yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Selatan, sebagai Duta Perempuan Setara di bisnis. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sumarjono dalam acara bertajuk “Perempuan Setara, Sawit Untuk Sumsel Maju” di Hotel ALTS, Palembang.
Langkah nyata dan konkret langsung diambil usai pengukuhan, yaitu dengan mendaftarkan dan membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 pekerja informal perempuan di kebun sawit Sumatera Selatan. “Perempuan adalah modal kemajuan Sumatera Selatan. Oleh karena itu, perempuan harus mendapat akses yang setara dan adil. Haknya dihormati dan dipenuhi di tempat kerja, baik dalam hubungan kerja formal maupun informal,” kata Sumarjono.
Ia menambahkan, pekerja informal selama ini belum sepenuhnya terjangkau jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, salah satu prioritas GEBIE adalah mendorong dan mempromosikan jaminan sosial bagi perempuan pekerja informal. “Hari ini kita mulai dengan 1.000 pekerja perempuan informal di rantai pasok sawit yang mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.
GEBIE dirancang sebagai gerakan yang fleksibel dengan berbagai pendekatan, baik melalui individu, kelompok penggerak, maupun institusi. Mereka bertindak sebagai agen dan duta perempuan setara di dunia bisnis, yang mendorong praktik kerja inklusif dan aman bagi semua gender, serta memastikan adanya perlindungan dan pemenuhan hak bagi pekerja perempuan.
Dalam sambutannya, dr. Ratu Tenny Leriva menyatakan keseriusannya menjalankan peran sebagai Duta GEBIE. “Menjadi Duta GEBIE bukan sekadar gelar, ini adalah komitmen aksi. Saya ingin perempuan di kebun sawit merasakan perlindungan yang sama seperti pekerja lainnya. Pendaftaran 1.000 pekerja ini baru permulaan. Kita akan lanjutkan dan perbesar dampaknya,” ujarnya.
Gerakan GEBIE diharapkan tidak hanya menjadi model di industri sawit, tetapi juga dapat direplikasi ke berbagai sektor ekonomi lain. Dengan langkah awal yang konkret ini, GEBIE diharapkan menjadi alat transformasi di dunia kerja bisnis, dari sawit menuju perempuan setara di seluruh Indonesia.






























