INSTIPER Raih Penghargaan Data dan Informasi Dikti

0

Menjelang penutupan tahun 2025, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta mencatatkan capaian penting di tingkat nasional. Perguruan tinggi swasta yang telah berusia 67 tahun itu meraih bronze winner Anugerah Data dan Informasi, Pelaporan PDDIKTI Terbaik PTS untuk kategori universitas dan institut dengan jumlah mahasiswa kurang dari 10 ribu. Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang Anugerah Dikti Saintek 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2025.

Penghargaan itu menjadi penanda bahwa transformasi tata kelola akademik yang dijalankan INSTIPER mulai menunjukkan hasil. Di tengah persaingan ketat antarperguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia, INSTIPER berhasil menempatkan diri sebagai salah satu institusi dengan pelaporan data pendidikan tinggi yang dinilai paling akurat, tertib, dan konsisten oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Personalia, dan Keuangan INSTIPER Yogyakarta, Ir. Wiwin Dyah Ully Parwati, MP., hadir mewakili Rektor INSTIPER untuk menerima langsung penghargaan tersebut. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kerja panjang yang kerap luput dari sorotan publik, tetapi menjadi fondasi penting bagi tata kelola perguruan tinggi.

“Pengelolaan data akademik bukan pekerjaan yang tampak di depan, tetapi sangat menentukan kualitas institusi. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa INSTIPER berada di jalur yang benar,” ujar Wiwin seusai acara penganugerahan.

Penghargaan tersebut terasa istimewa karena datang berdekatan dengan perayaan Dies Natalis ke-67 INSTIPER Yogyakarta. Di usia yang tidak lagi muda, kampus ini justru tengah mendorong pembaruan tata kelola, terutama dalam pengelolaan data dan informasi akademik yang menjadi tulang punggung kebijakan pendidikan tinggi nasional.

Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) INSTIPER Yogyakarta, Arum Ambarsari, SP., MP., yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku tidak menyangka institusinya bisa masuk dalam jajaran penerima penghargaan. Menurut dia, persaingan dalam kategori pelaporan PDDIKTI sangat ketat karena melibatkan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia dengan beragam skala dan sumber daya.

“Kami senang dan bangga INSTIPER memperoleh bronze winner Anugerah Data dan Informasi, Pelaporan PDDIKTI Terbaik PTS. Sejujurnya kami tidak menyangka bisa masuk kategori, karena saingannya adalah PTS seluruh Indonesia,” kata Arum.

Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas profesionalisme kerja di balik layar, khususnya dalam memastikan data akademik mahasiswa dan institusi dilaporkan secara akurat, konsisten, dan tepat waktu. Bagi INSTIPER, kepatuhan terhadap regulasi pelaporan PDDIKTI bukan semata kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga integritas institusi.

“Kami selalu berusaha memenuhi aturan dari Dikti Saintek dalam hal data dan informasi akademik. Pelaporan kami upayakan tepat waktu dan meminimalkan pelanggaran,” ujar Arum.

Pelaporan PDDIKTI selama ini kerap dipandang sebagai urusan teknis administratif. Namun dalam praktiknya, data tersebut menjadi dasar bagi berbagai kebijakan strategis pemerintah, mulai dari akreditasi, bantuan pendanaan, hingga perencanaan pendidikan nasional. Kesalahan atau keterlambatan pelaporan dapat berdampak langsung pada reputasi dan keberlangsungan perguruan tinggi.

Arum menambahkan, capaian ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi bidang-bidang lain di lingkungan INSTIPER. Dalam Anugerah Dikti Saintek, terdapat berbagai kategori penghargaan yang mencerminkan kinerja institusi secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga riset, inovasi, dan tata kelola.

“Semoga tahun depan INSTIPER bisa memperoleh lebih banyak penghargaan di Anugerah Dikti Saintek. Tentu ini membutuhkan kerja keras dan kerja sama tim agar kinerja perguruan tinggi semakin baik,” kata Arum.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah kolaborasi antara Biro Administrasi Akademik dan para admin di tingkat program studi. Konsistensi dalam pencatatan dan pelaporan data mahasiswa menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas data institusi.

“Kami berterima kasih karena penghargaan ini adalah hasil kerja tim, antara biro administrasi akademik dan admin di program studi,” ujarnya.

Capaian di bidang data dan informasi ini tidak lepas dari agenda transformasi INSTIPER yang dideklarasikan pada Dies Natalis 2025. Transformasi tersebut menjadi tonggak baru bagi kampus yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan perkebunan di Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan akademik.

Salah satu fokus utama transformasi itu adalah digitalisasi sistem akademik. INSTIPER tengah membangun sistem pencatatan data dan informasi yang lebih terpusat, terintegrasi, dan mudah diakses. Dengan sistem digital tersebut, proses input, validasi, dan pelaporan data diharapkan menjadi lebih efisien dan minim kesalahan.

Digitalisasi ini juga ditujukan untuk mendukung kinerja admin program studi dan BAA dalam melakukan pelaporan PDDIKTI. Dengan alur kerja yang lebih tertata, beban administratif dapat ditekan tanpa mengorbankan akurasi data.

Langkah ini dinilai penting di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas pendidikan tinggi yang semakin meningkat. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menyajikan data yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan regulator.

Bagi INSTIPER, penghargaan bronze winner ini bukanlah garis akhir. Pihak kampus justru menjadikannya sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Target berikutnya sudah dipasang: meningkatkan kualitas pengelolaan data dan informasi agar mampu meraih gold winner pada Anugerah Dikti Saintek tahun mendatang.

“Tentu masih banyak yang perlu dibenahi. Tapi penghargaan ini memberi kami keyakinan bahwa upaya yang kami lakukan sudah berada di arah yang benar,” kata Arum.

Menutup tahun 2025, capaian INSTIPER Yogyakarta ini menjadi pengingat bahwa di balik dinamika pendidikan tinggi yang kerap diwarnai isu besar, kerja-kerja administratif yang sunyi justru memegang peranan krusial. Dari data yang rapi dan jujur, fondasi mutu pendidikan dibangun—pelan, tetapi menentukan arah masa depan institusi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini