
Petrokimia Gresik baru-baru ini meluncurkan program Kampung Makmur untuk komoditas nanas di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Kampung Makmur merupakan kelanjutan dari Program Makmur yang bertujuan menciptakan ekosistem pertanian yang lebih baik.
Eko Suroso, Senior Vice President Mitra Bisnis Petrokimia Gresik, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo, menjelaskan bahwa Kabupaten Kediri dikenal sebagai sentra penghasil nanas di Jawa Timur.
“Kampung Makmur ini adalah upaya Petrokimia Gresik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani nanas di Kediri,” ungkap Eko dalam acara Sarasehan Kampung Makmur Komoditas Nanas di Kediri pada Kamis (1/8).
Eko menjelaskan bahwa dalam program Kampung Makmur, Petrokimia Gresik membangun ekosistem pertanian yang mencakup seluruh rantai, baik dari hulu maupun hilir. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok tani, perbankan, lembaga asuransi, dan offtaker.
“Dalam Kampung Makmur, Petrokimia Gresik membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm. Menggandeng sejumlah stakeholder mulai dari kelompok tani, perbankan, lembaga asuransi, hingga offtaker,” kata dia.
Petrokimia Gresik, tambahnya, dalam Kampung Makmur bekerja sama dengan Kelompok Tani Petung Jaya Tani dengan jumlah anggota mencapai 60 petani. Kampung Makmur ini akan mengelola lahan budidaya nanas seluas 217 Hektare.
Adapun program Makmur yang dijalankan di Kelompok Tani Petung Jaya Tani terbukti mampu meningkatkan hasil produktivitas tanaman.
Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Kelompok Tani Petung Jaya Tani, yang memiliki 60 anggota, untuk mengelola lahan budidaya nanas seluas 217 hektare. Program ini telah terbukti meningkatkan hasil produktivitas tanaman.
Dalam kerjasama ini, Petrokimia Gresik menyediakan pupuk nonsubsidi kepada petani serta melakukan sosialisasi tentang pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, dan uji tanah melalui Mobil Uji Tanah dan Agroman.
Pupuk yang digunakan dalam budidaya nanas di Kampung Makmur meliputi NPK Phonska Plus, Urea, dan ZA Plus, yang secara efektif meningkatkan produktivitas dan kualitas nanas.
Sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang komprehensif, Kampung Makmur juga menghasilkan produk turunan dari olahan nanas yang diberi nama sari “Nanaskuu”. Produk ini dikelola oleh BUMDES Sempu Mandiri dan menjadi oleh-oleh khas Kediri. Selain itu, terdapat selai nanas “PURI” yang dikelola oleh Poktan Petung Jaya Tani.
Sugiyanto, Ketua Poktan Petung Jaya Tani, melaporkan peningkatan hasil panen yang signifikan.
“Alhamdulillah, hasil panen dalam program Kampung Makmur meningkat sebesar 18 persen, dari 46.300 buah per hektare pada panen awal menjadi 54.500 buah per hektare,” ujar Sugiyanto.
Pada kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik juga melaksanakan Makmur Express Promotion (Maxpro) di 52 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari perayaan HUT ke-52.
Dalam kegiatan ini, petani berkesempatan mendapatkan undian berhadiah setiap kali membeli pupuk nonsubsidi.
Dwi Satriyo berharap program Kampung Makmur dapat diperluas dan diterapkan di wilayah lain serta untuk komoditas lainnya.
“Kami berharap Kampung Makmur dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertanian di Indonesia dan diduplikasi oleh petani di seluruh negeri,” tutupnya.





























